Survei Voxpopuli Research Center diadakan pada 9-15 November 2023, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini adalah ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Gerindra Menang Telak.
Sementara itu, Voxpopuli Research Center juga mencatat Partai Gerindra berpotensi menjadi pemenang dalan Pilpres 2024 sekaligus mematahkan ambisi PDIP untuk hattrick.
"Gerindra berpotensi menjadi pemenang Pemilu 2024, sekaligus menggagalkan tekad PDIP untuk meraih hattrick,” ungkap Achmad Subadja.
PDIP yang sebelumnya selalu unggul terancam gagal membukukan lagi kemenangan untuk ketiga kalinya.
BACA JUGA:
- Hasil Survei Terbaru Indikator: Pendukung Ganjar Pindah ke Gibran
- Intip Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024 Versi Poltracking, Prabowo-Gibran Unggul di Sejumlah Daerah
Elektabilitas Gerindra terus menempel ketat hingga akhirnya unggul, mencapai 18,6 persen, terpaut tipis dari PDIP sebesar 18,0 persen.
Menurut Achmad, kemenangan Gerindra bakal mengakhiri dominasi PDIP selama dua pemilu berturut-turut, meski keduanya sama-sama kelompok nasionalis.
"Gerindra pelan-pelan naik dari peringkat ketiga menjadi kedua dalam perolehan suara, dan kini terbuka kemungkinan menduduki peringkat pertama," tandas Achmad.
Dia menejelaskan, pada debut pertama di Pemilu 2009, Gerindra menempati posisi papan tengah dengan suara berkisar 4 persen saja.
Saat itu, PDIP dan Gerindra memerankan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
PDIP dan Gerindra sama-sama mengusung Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai capres-cawapres. Koalisi PDIP-Gerindra berlanjut pada Pilkada DKI Jakarta 2012 yang mengorbitkan Joko Widodo dari kota Solo ke panggung nasional.
"Gesekan antara kedua partai mulai muncul pada Pilkada Jabar 2013, di mana masing-masing mengusung calon gubernur, hingga akhirnya berhadap-hadapan pada Pemilu 2014 dan 2019 dan memunculkan rivalitas Jokowi dan Prabowo," terang Achmad.
Jokowi dan Prabowo kemudian melakukan rekonsiliasi, diikuti dengan bergabungnya Gerindra ke dalam pemerintahan.