Kesehatan . 18/11/2023, 14:53 WIB
DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, ruam, muntah, dan perdarahan.
Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020 terdapat 96.770 kasus DBD di Indonesia dengan angka kematian 0,77%.
Untuk mencegah penularan DBD, salah satu metode baru yang dikembangkan adalah dengan menggunakan nyamuk Wolbachia.
Nyamuk Wolbachia memiliki kemampuan untuk memblokir replikasi virus DBD di dalam tubuhnya, sehingga jika nyamuk tersebut menggigit orang yang terinfeksi, virus tidak akan ditularkan ke orang lain.
Dengan demikian, nyamuk Wolbachia dapat mengurangi risiko penularan DBD di masyarakat.

Nyamuk Wolbachia pertama kali ditemukan oleh peneliti asal Australia pada tahun 2011.
Kemudian, mereka membuat proyek kolaborasi riset yang bernama World Mosquito Program (WMP) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk yayasan Bill & Melinda Gates Foundation yang mendukung riset global seperti WMP.
Proyek ini bertujuan untuk memperkenalkan nyamuk Wolbachia di daerah-daerah yang endemis DBD dan menguji efektivitasnya dalam menurunkan angka penularan.
Salah satu negara yang terlibat dalam proyek ini adalah Indonesia.
Sejak tahun 2014, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama WMP telah melakukan uji coba pelepasan nyamuk Wolbachia di Kota Yogyakarta.
Hasilnya, pada tahun 2020, ditemukan bahwa nyamuk Wolbachia dapat menurunkan kasus DBD sebesar 77% di daerah intervensi dibandingkan dengan daerah kontrol.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id