Padahal, kata Adian, PDI Perjuangan telah memberi segalanya untuk Jokowi dan keluarganya mulai dari menjadi Wali Kota Surakarta dua periode, gubernur DKI Jakarta dan presiden dua periode.
BACA JUGA:
- Jokowi vs PDIP: 7 Menteri PDIP Diisukan Mundur dari Kabinet Indonesia Maju?
- Sakit Hati! PDIP Sindir Keras Jokowi: Diawali dengan Blusukan, Diakhiri dengan Tusukan
“Ada sejarah begini, dulu ada yang datang minta jadi wali kota dapat rekomendasi, minta rekomendasi, dikasih. Minta lagi dapat rekomendasi, dikasih lagi. Lalu minta jadi gubernur, minta rekomendasi dikasih lagi. Lalu minta jadi calon presiden, minta rekomendasi dikasih lagi. Kedua kali dikasih lagi. Lalu ada lagi minta untuk anaknya dikasih lagi. Lalu ada diminta untuk menantu lalu dikasih lagi. Banyak benar," ungkapnya.
Ditegaskannya, ketika Jokowi dan keluarganya berpaling dari PDI Perjuangan, aktivis 1998 ini mengaku tak peduli. Demikian pula soal status Gibran Rakabuming Raka.
“Status Gibran anak Jokowi. Soal status mereka diserahkan ke DPP dan Ketua Umum PDI Perjuangan," katanya.
Baginya, saat ini hanya untuk memikirkan bagaimana memenangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung PDI Perjuangan, PPP, Partai Hanura, dan Partai Perindo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Tugas saya menggalang suara, menggalang kekuatan untuk memenangkan Ganjar. Bagaimana Gibran tidak saya pikirkan. Bagaimana Jokowi nggak saya pikirkan. Yang saya pikirkan adalah bagaimana menambah suara satu, satu, satu terus setiap hari untuk Ganjar,” katanya.

Presiden Jokowi dan Wali Kota Surakarta yang juga putra sulungnya Gibran Rakabuming--
BACA JUGA:
- Ini Dia Pemicu Konflik Jokowi - PDI Perjuangan, Adian Napitupulu: Jokowi Ingin Jabatan Presiden 3 Periode, Kita Tolak
- Usai Izinkan Gibran Maju Pilpres, Pramono Anung Ungkap Kondisi Hubungan Jokowi-Megawati, Ternyata Seperti Ini
Saya izin pamit tidak bermain socmed dulu sementara waktu... Semoga pemilu betul-betul bisa berjalan sesuai dengan cita-cita demokrasi yang kita gaungkan bersama saat reformasi... maaf kalo kemarin-kemarin ada twit saya yg membuat sebagian tidak berkenan... ????????
— Yunarto Wijaya (@yunartowijaya) November 13, 2023
Maaf saya harus twit klarifikasi sblm off dari dunia maya.. Sedang disebar foto saya dgn prabowo, itu adalah foto bulan februari saat saya diajak ketemu beliau, diminta bantu & saya menolak... Dan tidak akan mungkin saya bantu pasangan yg lahir dari keputusan MK seperti itu... ????
— Yunarto Wijaya (@yunartowijaya) November 14, 2023
Lihat postingan ini di Instagram