Catatan Dahlan Iskan . 11/11/2023, 06:19 WIB

Bani Fir'aun

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Game of Thrones adalah sebuah film fiksi yang endingnya tak disangka seperti kisah Tiga Negara/San Guo. Kebetulan Jokowi pernah membuat petinggi World Bank terpana ketika Jokowi menyerukan agar dunia bersatu menghadapi perang dagang Tiongkok versus Amerika saat itu dengan frase “The Winter Is Coming”. Jokowi rupanya penggemar game of thrones. Tiga Negara pada dasarnya juga sebuah game of thrones. Pertarungan berebut kekuasaan. Dengan ending yang tak terduga. Saya memprediksi bahwa siapapun yang menang pilpres 2024 harus menyiapkan mental untuk ending yang tak terduga di 2029 nanti. Hanya saja saya berharap jangan sampai Indonesia Bubar 2030 seperti yang pernah diucapkan Prabowo. 

Wilwa

Dulu sekali ada game komputer Tiga Negara. Tapi waktu itu game komputer belum secanggih saat ini. Game itu membuat saya tertarik mempelajari sejarah Tiongkok. Sama seperti minat saya mempelajari sejarah Indonesia, India, Eropa, Amerika, Timur Tengah. Kisah Tiga Negara paling terkenal dari semua sejarah Tiongkok. Lalu apa hubungannya dengan pilpres 2024? Ada. Tiga koalisi ini mirip dengan tiga negara. Dan saya prediksi endingnya mungkin sama. Pada akhirnya clan Sima yang berkuasa, menyingkirkan tiga clan yang bertarung. Klan Liu yang mendirikan kerajaan Shu (kini di provinsi Sichuan = Four Region), Klan Sun yang mendirikan kerajaan Wu (kini di sekitar Nanjing = South Capital) dan Klan Cao yang mendirikan kerajaan Wei (kini di provinsi Henan = South of River). Klan Sima mendirikan dinasti Jin yang menyatukan tiga negara menjadi satu kembali. Endingnya klan Sima mengkhianati klan Cao setelah klan Cao mengalahkan klan Liu dan klan Sun. Sima adalah perdana menteri Cao

Liam Then

Saya kok prihatin lihat kondisi Amerika. Makin begitu , saya makin prihatin kepada diri sendiri, memikirkan bahwa bahkan orang Amerika saja, belum tentu semuanya tahu dan prihatin memikirkan Indonesia, apalagi saya. Masalahnya gimana ngga prihatin memikirkan Amerika, itu negara nyimpen 5000 hulu ludak nuklir, informasi yang dilepaskan ke publik, 3750 dalam status aktif , 2000 dalam status "pensiun" ,nunggu di bongkar. Bagaimana ngga prihatin,lihat saja orang-orangnya di sana, yang kalo stress mulai bawa senapan serbu ke tempat ramai, nembak membabi buta ,bikin orang mati kemudian bunuh diri. Bagaimana ngga prihatin, melihat masih banyak orang belum "ngeh", masih suka teriak "matilah Amerika". Kalo Amerika mati, sya jamin pasti banyak yang diajak barengan. Itu kekuatan satu hulu ledak setara 25 kali -60 kali kekuatan bom yang pernah di pake di Jepang sono. 3750 biji lebih, bayangkan saja, kota besar di Seluruh dunia saja gak sampai 1000 biji. Makin kepikiran makin prihatin, gak boleh mati, gak boleh bokek, 10 persen ekpor nasional Indonesia tujuannya ke Amerika. 17,9% impor Amerika berasal dari Tiongkok, dan Tuhan tahu ekspor Indonesi ke Tiongkok berapa. Amerika ndak boleh mati, Ndak boleh bangkrut, tapi kok ya kelakuannya dua puluh tahun ini di kancah dunia, khusunya di Timur Tengah ,suka bikin ngelus dada, prihatin. Pusing mikirin Amerika, baca berita dalam negeri saja, MK MK MK, ah tambah prihatin. 

Juve Zhang

Kritik membangun boleh boleh saja. Pasti IKN akan dilanjutkan oleh Pak Ganjar. Yg di stop itu infrasteuktur berlebihan. Sesuatu berlebihan tak baik bagi kesehatan. Wkwkwkkwkw.

Er Gham

Sebelum ada zaman handphone, orang yang buang hajat pantas diberikan peribahasa 'diam itu emas'. Sekarang, ditemani medsos dalam toilet. Hehehe. 15.01

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id