Catatan Dahlan Iskan . 11/11/2023, 06:19 WIB
#36.Liam Then (20;1728)★★★★⭐️ [7;11]
#37.M.Zainal Arifin (3;14) [1;1]
#38.Mahmud Al Mustasyar (4;228) [2;2]
#39.mamat (1;28) [0;1]
#40.Mirza Mirwan (7;1000)★★⚽️ [19;1]
Selamat Hari Jum'at nan penuh keberkahan bagi semesta alam. Diam hanyut menghanyutkan. Membaca tulisan Abah hari ini awak teringat sobat perusuh Liam Then. Koh Liam pernah repply pada koment awak topik 1000 GhuangZhou. Tidak perlu pesimis Pak Thamrin tentang perbedaan antara kesejahteraan rakyat Indonesia dibanding bandingke China. Awak paham pendekatan LT bahwa kita harus bergerak mandiri untuk memperbaiki hidup dan kehidupan ekonomi rakyat. Thanks Bro. Perihal hukum sekali lagi ingat Farel Prayoga dengan lagu "ojo dibanding bandingke , yo pasti kalah." Donald Trump seng ada lawan (trada temannya disini) Soal ini kita tak perlu kecil hati perihal perangai DT. InshaAllah WNI tidak ada yang seperti Mantan Presiden Amerika ini. Walaupun ada oknum pelanggar hukum di NKRI mungkin hanya 40 persen kelakuannya dibandingkan DT. Alhamdulillah disini Hakim Agung selalu mendapat penghormatan dari tersangka, pengacara, jaksa dan saksi. Tanda penghormatan itu diungkapkan dalam bentuk sapa salam : "Yang Mulia" Entah apa terjermahannya dalam bahasa Inggris Amerika mungkin ada bisa membantu. Yes pengacara fenomenal legend Almarhum Adnan Buyung Nasution mungkin bisa jadi panutan para pelaku / pegiat hukum dinegeri ini. Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) memiliki wibawa hukum sehingga di muliakan dan dihormati teman bahkan lawan dan hakim Labu siam banyak diperdagangkan/ Obat ampuh ketika pandemi covid/ Diam diam dikau ternyata menghayutkan/ Setarakah ilmu dengan seorang mursid/
Masalahnya di Indonesia tidak ada short selling. Bursa basi, club gocap semua. 50 rupiah seminggu wkwk?. Ampas. Cupu. Cuma berani ngantongi newbie, pasukan satu lot. Bandarnya pada kere, slow hand, noob. Mentok jualan mimpi, fundamental & teknik menarik garis (wkwk).
"Trump" lupa jika Ia bukan Namrud, bukan Fir'aun, bukan raja hebat dari dinasti mana saja. Juga bukan salah satu founder owner dari seluruh kerajaan yang sudah runtuh di masa lalu. Yang sejarahnya kini sedang coba di acak-acak oleh pihak "New World Order". Mau di sapu rata seperti halnya sejarah Palestina. "Trump" itu cuma pengusaha properti, yang usahanya tidak perlu kreatif sama sekali itu?. Tinggal bayar tukang desain, di bangun, jual ke teman sendiri, ada cashflow, IPO, terbitkan surat hutang, pompa, di sewakan. Poinnya exit. Bedanya exit dari Trump adalah untuk membalonkan aset, bukan sekedar mengantongi pasukan satu lot?. Itu mungkin agar "Trump" bisa pinjam dulu seratus. Hidup dari pinjaman yang tak perlu di lunasi. Iya, "Trump" itu cuma hoki jadi presiden karena masuk di skenario film kartun.
Di sela "muring-muring"-nya di persidangan Senin lalu, selain membantah tuduhan ia melakukan kesalahan, Trump juga bilang bahwa pemberi pinjaman (lender) "extremely happy doing business with me." Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga ketika kemarin pengacara Trump minta agar Engoron segera mengakhiri persidangan kasus penipuan Trump itu. "There's no victim, there's no complainant, there's no injury. All of that is establish now by evidence," begitu argumen Christoper Kise, sang pengacara. Sayangnya permintaan itu tak digubris Engoron. Persidangan tetap berlanjut Senin pekan depan dengan menghadirkan lagi Donald Trump Jr. Engoron menyarankan pengacara untuk menghadirkan beberapa saksi ahli di persidangan selanjutnya. Nilai aset digelembungkan itu mestinya yang dirugikan lender. Lha tapi pihak lender tidak pernah komplain, kok. Seperti Pak Sabarikhlas, saya termasuk goblik dalam memandang kasus perdata Trump itu. Masih gagal paham. Terlepas dari soal bahwa Trump itu sosok yang menyebalkan, kenyataannya dalam berbagai polling di internal GOP untuk memperebutkan tiket capres, Trump tetap yang teratas, rerata 57%. Secara nasional head to head dengan Biden juga masih unggul 4% - 8%. Aneh? Nggak juga, kali.
Statistik itu cuma ilmu menarik-menarik garis, tidak ada apa-apanya di banding hukum kebebasan bandar. Statistik cuma lelucon di akuntansi (wkwk).
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id