Catatan Dahlan Iskan . 11/11/2023, 06:19 WIB
Eh, judul "Diam Hanyut" hari ini mengingatkan pada Bu Djuwariyah (almh), guru Bahasa Daerah saya semasa SMP. Kami, murid-muridnya, memanggil beliau Bu Djudjuk. Zaman itu, 1969-1971, Bu Djujuk adalah satu-satunya guru yang mengenakan kain-kebaya dan berkerudung. Dari Bu Djudjuk itulah saya bisa dengan mudah memahami pesan dalam tembang "Macapat" -- Sinom, Kinanthi, Pangkur, Megatruh, Mijil, Gambuh, dsb. Bahkan dari Bu Djudjuk juga murid-murid bisa menciptakan tembang macapat versi mereka. Pesannya mungkin dangkal saja, tetapi aturan "guru wilangan" dan "guru lagu" pasti sudah benar. Tiga tahun menjadi murid Bu Djudjuk belum pernah saya melihat beliau marah. Tetapi, memang, murid yang paling nakal sekalipun bisa takzim di depan Bu Djudjuk. Nah, yang terkait dengan "diam hanyut" itu sebutan yang diberikan Bu Djudjuk pada seorang teman saya, saya coba mengingat-ingat tetap lupa, yang belum pernah sekalipun Bu Djudjuk mendengar suaranya. Ia memang pendiam. Anteng. Bu Djudjuk menyebutnya "antêng kaya tai kèli", tenang kayak tinja hanyut, bukannya "antêng krênêng, gemandhul kêpis", ungkapan (unèn-unèn) yang umum. Untuk Mas Jamil dan Mbak Ziza, putra-putri beliau yang barangkali menjadi pembaca CHD, salam takzim saya untuk Mas dan Mbak.
2019 adalah pengalaman berharga. Kampanye sekuat tenaga, mendukung penuh emosi. Parahnya ada yang sampai pada taraf memutus tali silaturrahim. Ternyata, paslon yang di dukung kalah. Apa lacur, dengan entengnya ia masuk kabinet pak lurah, mungkin maksudnya untuk mengamankan assetnya agar jelas arah. Kita pendukung, hubungan susah dijaga, emosi susah ditata. Cukup, cukup 2019 aja, Jadi pendukung paslon secukupnya, biasa biasa aja. Nikmati Demokrasi, jangan lupa nyoblossss...
Diam-diam lihat kalender, 10 November, Hari Pahlawan. Cak Surabaya diam-diam lupa, tak masukkan cerita perjuangan anak bangsa dalam catatan hariannya. 30 Oktober 1945 Jenderal Inggris mati ditembak pemuda. Brigadir Mallaby meregang nyawa. Ia boleh hebat di medan tempur perang dunia II lainnya, tapi di Surabaya ia bukan apa-apa. Inggris murka, Surabaya diultimatum menyerah, mendidih darah Bung Tomo, berteriak AllahuAkbar, membakar semangat para Suhada menyambut seruan Jihad para Ulama. Pertempuran 10 November 1945 Surabaya adalah sejarah dan kisah nyata, bahwa penjajah Portugis mesti musnah, penjajah Inggris harus angkat kaki, penjajah Belanda jangan bercokol lagi. Mengenang Hari Pahlawan. Mengenang suadara kita di Palestina masih berjuang mengusir penjajah israel. 7 Oktober 2023 | 10 November 1945
Tak tega melihat tangis pilu anak2 di tinggal orang tua mereka, dan sebaliknya tangis ortu mereka, kehilangan anak2 bahkan saudara mereka. Yg kami lakukan hanya doa dan sedikit donasi yg kami kumpulkan. Tak seberapa memang. Salut dengan para relawan yg rela tak tinggalkan Gaza demi membantu distribusi suplay makanan dan pakaian. Dan membantu para dokter perawat di rumah sakit. Semoga perang segera berakhir...
TOPIK lain. Yaitu tentang Palestina. Situasi saat ini makin memprihatinkan. Ada yang menganggap ribuan kematian hanya sekedar angka. Rasa kemanusiaan hanya muncul kalau menyangkut warganya sendiri. Dan PBB tidak bisa apa-apa .. Meski ada anggota yang baik hati, tapi semua terjerat hak veto dari salah satu atau lebih, dari 5 negara yang punya hak veto - tapi punya "kepentingan lain", sehingga mengalahkan rasa "kemanusiaan"-nya.. Sekarang hanya tinggal menyisakan harapan dari negara lain tetapi tanpa melewati PBB. Satu dua negara mulai memperhatikan.. ### Berdoa, semoga Alloh memberi jalan keluar..
Ada juga pepatah Indonesia yang mengatakan; Diam itu emas, pepatah ini senada dengan ajaran agama; Katakan yang baik atau lebih baik diam, diam dalam konteks ini menjadi baik, daripada kita bicara kotor lebih baik diam, tapi dalam hal kita melihat kemungkaran, diam bukan pilihan yang baik karena kita bisa merubahnya lewat kekuasaan atau lewat lisan/tulisan, yang tidak bisa kedua-duanya pakai hati atau diam, dari pilihan yang terakhir ini orang kerap kali meplesetkan diam menjadi pepatah; Diam itu emas, emas itu kuning dan kuning itu.......(yang suka hanyut di kali).
Kita bangga punya "kemaluan". Tapi bukan untuk dipamerkan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id