Update Kasus Cacar Monyet di Indonesia - Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus monkeypox.
Penyakit ini dapat menimbulkan manifestasi klinis seperti demam, sakit kepala, mialgia, vesikel berisi nanah di seluruh tubuh, dan limfadenopati.
Cacar monyet dapat ditransmisikan dari hewan ke manusia atau dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.
Kasus Pertama di Indonesia
Kasus cacar monyet pertama kali dilaporkan di Indonesia pada Agustus 2022, yaitu seorang laki-laki berusia 27 tahun yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.
Sejak itu, kasus cacar monyet terus meningkat dan menyebar di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
- BACA JUGA:Ciri-ciri Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai: Salah Satunya Bintil Berisi Nanah
- BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Pasien Cacar Monyet, RSUD Tangsel Siagakan Ruang Isolasi
Data Terbaru Cacar Monyet di Indonesia
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Rabu, 8 November 2023, terdapat 38 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 12 orang telah sembuh dan 26 orang masih menjalani isolasi.
Rincian kasus cacar monyet berdasarkan wilayah adalah sebagai berikut:
- Jakarta: 29 kasus, 9 orang sembuh
- Banten: 5 kasus, 2 orang sembuh
- Jawa Barat: 4 kasus, 1 orang sembuh
Kemenkes juga menyatakan bahwa semua pasien cacar monyet berjenis kelamin laki-laki dan belum ada pasien perempuan yang terkonfirmasi.
Selain itu, mayoritas pasien cacar monyet memiliki orientasi seksual lelaki s*ks lelaki (LSL) dan terinfeksi HIV sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kelompok ini termasuk dalam kategori orang-orang dengan risiko tinggi tertular cacar monyet.