BACA JUGA :
- Terorisme Jadi Ancaman Serius pada Pemilu 2024, Kapolri: Harus Jadi Perhatian Khusus
- 4 Rumah Kontrakan Digerebek, Densus 88 Antiteror Tangkap 2 Terduga Teroris di Kabupaten Bekasi
Istri Terduga Teroris Sempat Menolak Saat Suaminya Dibawa Densus 88 Antiteror
Sempat terjadi penolakan dari salah satu istri terduga teroris, saat suaminya akan dibawa Densus 88 Antiteror dari rumah kontrakannya saat penggerebekan.
"Istrinya sempat ngomong 'emang laki gua teroris' lama juga itu, ngotot-ngototan terus," ungkap Basit Bastian.
Istri terduga teroris itu dengan kekeh menolak, serta menegaskan ke anggota bahwa suaminya bukan teroris dan sehari-hari beraktivitas sebagai pedagang.
"Ya betul (istrinya mengelak), ngakunya jualan madu," terangnya.
BACA JUGA :
- Usai Penggeledahan Polda Metro Jaya, Suasana Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi Kembali Normal
- Ketua RW 19 Vila Galaxy Bekasi Ungkap, Ketua KPK Firli Bahuri Sering Bergaul dan Olahraga Bersama Warga
Densus 88 Antiteror Diduga Sudah Lama Memantau Pergerakan Terduga Teroris
Basit Bastian selaku Ketua RW menduga, pergerakan terduga anggota teroris di wilayahnya sudah dipantau sejak lama sebelum Densus 88 Antiteror melakukan penggerebekan.
“Sepertinya petugas sudah ada yang ngontrak di sekitar situ,” ungkap Basit Bastian.
Hal itu diberkuat dengan pengurus lingkungan, sebelumnya sempat didatangi oleh seseorang usai salah satu rumah telah dihuni oleh terduga anggota teroris.
“Dulu pernah ada yang nanya ke ketua RT, sekitar setelah yang pertama dia (terduga pelaku) sudah berjalan (mengontrak) dua bulan,” ucapnya.
Menurutnya petugas lingkungan diminta oleh orang tersebut, untuk melakukan pengawasan terhadap rumah yang saat itu dihuni oleh terduga kelompok teroris yang kini telah ditangkap.