Ada sejumlah cuplikan video game Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa saat live streaming ML di YouTube. Dimana ada satu tayangan yang memperlihatkan Marsha Ozawa bermain ML menggunakan nickname IMBAJP.
BACA JUGA:
- Amanda Manopo Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Promosi Judi Online!
- Artis Yuki Kato Digarap Bareskrim Terkait Judi Online
Admin @PartaiSocmed menyebut nickname IMBAJP itu adalah operator situs judi online yang mensponsorinya.
"Steven Kurniawan dengan channel YouTube Marsha Ozawa pernah main dengan nickname IMBAJP, operator judi online yang mensponsorinya dengan modus donasi," lanjut admin @PartaiSocmed.
Nilai sponsor dari situs judi online tersebut, lanjut admin @PartaiSocmed, nilainya cukup besar. Yaitu Rp 100 juta.
"Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa mengaku disponsori oleh operator judi online senilai Rp 100 juta. Dan sepertinya penggunaan nickname IMBAJP bagian dari kesepakatan tsb," imbuhnya.
Tak hanya itu. Admin @PartaiSocmed juga melampirkan cuplikan video Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa ditawari operator judi online lain bernama Kedai69 sebesar Rp150 juta untuk mengganti nicknamenya.
Namun, tawaran itu ditolak. Admin @PartaiSocmed menyebut kemungkinan Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa sudah terikat kontrak atau kesepakatan dengan IMBAJP.
Pada utas lain, Admin @PartaiSocmed menulis jika Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa diduga ada deal dengan situs judi online Kedai69.
"Tapi sepertinya ada deal lain yaitu Steven Kurniawan alias Marsha Ozawa promote situs judi online Kedai69 lewat modus donasi sebesar Rp25 juta. Perhatian baik-baik kata-katanya yang memberi testimoni pernah WD (withdraw) di situs judol tersebut dan merekomendasikan judi online," tulisnya.

Situs Judi Online Sawer Streamer Game Mobile Legends Steven Kurniawan Atau Marsha Ozawa-fin-SC @PartaiSocmed -X Twitter
BACA JUGA:
- Heboh! YouTube Resmi DPR RI Menampilkan Slot Judi Online, Ini Penjelasan Sekjen DPR
- Banyak yang Rungkad, PPATK Sebut Transaksi Judi Online Mencapai Rp 81 Triliun
Karena itu, admin @PartaiSocmed mendesak Polri polisi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut perkara tersebut.