BACA JUGA:
- Capres Tampar dan Cekik Wamen, Alifurrahman: Menteri Ketakutan, Situasi Penuh Ancaman dan Mencekam
- Capres yang Diduga Tampar dan Cekik Wamen di Ruang Rapat Kabinet Prabowo Subianto?
"Karena wakil menterinya sudah ketakutan. Karena dipegang nih. Kemudian coba dilerai oleh para menteri dan staf yang hadir di rapat tersebut," terang Alifurrahman.
Wakil menteri tersebut, menurut Alifurrahman, hingga kini masih tidak terima setelah diduga ditampar dan dicekik oleh capres tadi.
Alifurrahman menjelaskan, dugaan menamparan itu terjadi karena salah satu menteri tidak ikut hadir dalam rapat kabinet tersebut. Menteri itu hanya mengutus wakilnya. Hal ini membuat capres ini marah.
"Gara-garanya menurut informan saya adalah capres ini marah dengan salah satu menteri," bebernya.
Alifurrahman menjelaskan, ada salah satu program lintas kementerian yang diamanakan oleh Presiden Jokowi dan harus dibahas bersama Menteri. Namun, menteri yang dimaksud tidak hadir hanya mengutus wakilnya.
"Jadi ada satu amanah dari presiden untuk si capres ini. Terus ini menjadi sebuah pekerjaan lintas kementerian. Tetapi kementerian terkait itu nggak bantuin. Sehingga program atau amanah yang diberikan oleh presiden kepada si capres ini akhirnya gagal," urainya.
Program tersebut, masih kata Alifurrahman, kemudian dipertanyakan oleh presiden. Pada beberapa minggu lalu, program itu ditertawakan banyak orang.
Menurut Alifurrahman dalam videonya, capres ini tersinggung dengan menteri terkait. Dalam sebuah rapat dia sudah ditunggu. Tetapi menteri terkait tidak hadir. Yang datang wakil menterinya.
"Nah dia emosi. Sehingga emosi dan kemarahannya itu dilampiaskan kepada wakil menteri. Gara-gara kamu ini. Saya gak dibantuin. Saya jadi ditanya sama presiden. Sekarang saya ditertawakan sama banyak orang. Marah dia. Emosi si capres ini," terang Alifurrahman. (*)