"Hal itu yang membuat beberapa menteri agak trauma. Sehingga cerita ini menjadi aib dari sidang kabinet. Meskipun pada akhirnya cerita penamparan dan pencekikan ini akhirnya sampai kepada presiden," sambung Alifurrahman.
"Dan presiden menurut informasi yang saya dapatkan, agak kaget dengan situasi seperti itu. Karena nggak sempat terpikir sebelumnya kalau di level nasional, di level menteri dan wakil menteri terjadi cekcok atau terjadi penamparan dan pencekikan seperti ini," sambung Alifurrahman lagi.
BACA JUGA:
- Kabarnya Presiden Jokowi Sudah Tahu Ada Capres yang Juga Menteri Tampar dan Cekik Wamen: Jadi Aib di Kabinet!
- Program Food Estate Gagal Diduga Jadi Biang Kerok Aksi Capres Tampar dan Cekik Wamen Jelang Sidang Kabinet
Pada level kabupaten atau gubernur (provinsi), kata Alifurrahman, situasi seperti itu hampir tidak pernah terjadi.
"Dari cerita yang beredar di grup WhatsApp, saya meyakini bahwa nantinya itu lebih detail dari sekedar pertanyaan benar tidaknya terjadi pencekikan dan penamparan seperti itu," pungkasnya. (*)