Anies Baswedan menghubungi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY pada tanggal 12 Juni 2023.
Kala itu, Anies mengatakan kepada AHY bahwa Ibu dan guru spritualnya meminta agar segera berpasangan dengan AHY di Pilpres 2024. Kala itu, Anies memilih AHY sebagai Cawapresnya namun belum resmi diumumkan.
Nama AHY ini telah disampaikan kepada para Ketua Umum Parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai koalisi. Saat itu, pasangan Anies-AHY tidak ada penolakan.
BACA JUGA:
- Tegas!! Mulai Malam Ini DPC Demokrat Kota Bekasi Copot Poster dan Baliho Anies Baswedan
- Nasdem 'Ngeles' Pura-Pura Gak Tahu Cak Imin Cawapres Anies Baswedan
Pada saat menyampaikan keputusan itu kepada pimpinan partai politik, Anies menyampaikan alasan memilih AHY, karena Ketum AHY memenuhi seluruh syarat dan kriteria yang ditentukan dalam Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Selain itu, Capres Anies menilai AHY juga memiliki keberanian dan bersedia menempuh risiko untuk menjadi pendampingnya.
Rencana Pengumuman Anies-AHY

NasDem, PKS dan Demokrat teken piagam koalisi usung Anies Baswedan-Instagram-
Setelah penetapan Cawapres, jajaran koalisi, utamanya PKS, Partai Demokrat dan Tim 8 sepakat untuk segera mendeklarasikan sahnya dan terbentuknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, termasuk penetapan Capres dan Cawapres yang hendak diusung.
Anies Baswedan dan Tim 8 telah merencanakan beberapa kali waktu deklarasi. Namun, rencana deklarasi itu tidak pernah terwujud. karena Anies Baswedan diduga lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menunda waktu deklarasi.
"Ini jelas mengganggu dan melanggar prinsip kesetaraan (eguality) dalam koalisi" kata Sekjen Teuku Riefky Harsya.
Hingga kemudian secara mengejutkan, ditengah proses finalisasi Capres-cawapres Koalisi Perubahan dan Persatuan, Anies Baswedan dan Surya Paloh menetapkan Cak Imin sebagai Cawapresnya meskipun masih sebatas wacana.
"Sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan" kata Sekjen Teuku Riefky Harsya.