News . 04/08/2023, 10:25 WIB
Dengan pendekatan itu, BPS menilai kemiskinan merupakan ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran atau belanja.
Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono mengatakan turunnya daya beli warga juga dipicu adanya tingginya inflasi di periode September 2021 hingga Maret 2022.
Kenaikan inflasi disebut mencapai 1,78 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan di mana harga naik 3,51 persen.
Sebelumnya, Anies Baswedan mengakui, kemiskinan ekstrem masih terjadi di DKI Jakarta
Anies mengaku meriset hal tersebut saat berkeliling sebelum menjadi gubernur. Menurut Anies, kesenjangan sosial di ibu kota sangat tinggi.
"Kemiskinan ekstrem itu tidak di pelosok yang jauh di sana, tapi adanya justru di pusat pemerintahan negara kita Jakarta," ujar Anies dalam Rakernas XVI Apeksi di Makassar bel lama ini.
Anies menilai kesenjangan sosial yang tinggi di perkotaan perlu dibereskan terlebih dahulu dari pada permasalahan lain.
"Yang ekstrem miskin di situ, yang ekstrem kaya juga di situ. Jadi, ketimpangan di kota-kota kita itu ketimpangan yang harus dibereskan agak awal," katanya.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut ketimpangan dan permasalahan tersebut terletak pada pertumbuhan yang tidak berkeadilan.
"Di Jakarta ini, kalau kita lihat tata ruangnya itu berkembang tanpa dikendalikan sebuah visi tentang pergerakan penduduk," katanya. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id