Menurut dia, keputusan tersebut dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah Bekasi. Hal ini mengingat pihaknya telah mendapatkan izin dari panitia pada Rabu lalu.
Untuk itu, DPD PKS Kota Bekasi juga sudah mengirim surat, berkomunikasi secara baik mengenai penyelenggaraan acara tersebut. Namun, Plt Wali Kota Bekasi tetap tidak mau mengizinkan penggunaan stadion.
"Tentu ini merupakan sikap yang sewenang-wenang, tidak matang, dan arogan. Ini membuat demokrasi kita mundur," katanya.
Ia pun memahami bahwa Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merupakan kader PDIP yang mendukung bakal capres lainnya. Kendati demikian, dia mengimbau agar sikap politik yang berbeda tidak menghasilkan keputusan yang diskriminatif.
"Kami berharap, ini tidak menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan pesta demokrasi mendatang. Warga Kota Bekasi banyak yang ingin bertemu untuk melakukan senam bersama Pak Anies Baswedan dan PKS. Seharusnya pemimpin memberikan ruang dan kebebasan yang setara," pungkas dia. (*)