Lifestyle . 12/07/2023, 11:02 WIB
Sifat mustahil Rasul yang kedua adalah khianah yang artinya berkhianat.
Para Rasul tidak mungkin berkhianat. Mereka membawa amanah dari Allah sesuai dengan perintahNYA.
Hal ini juga dijelaskan dalam surah al-An'am ayat 106:
"Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik".
Sifat mustahil selanjutnya adalah adalah kitman yang berarti mustahil Rasul menyembunyikan kebenaran.
Para Rasul tidak sembunyikan kebenaran. Apa yang didapatkan dari Allah langsung akan disampaikan ke umatnya.
Sifat kitman ini disebutkan dalam surat al-An'am ayat 50:
"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)".
Berikutnya adalah Baladah yang artinya bodoh. Para Rasul mustahil memiliki sifat bodoh. Sebab mereka mendapat petunjuk langsung dari Allah sang pemilik Ilmu. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id