Penggunaan malware ini biasanya untuk mencuri informasi sensitif, mengontrol perangkat dari jarak jauh, memata-matai, dan masih banyak lagi.
ExoBot
Salah satu malware Android perbankan paling berbahaya. ExoBot akan meletakkan ikon aplikasi perbankan yang tampak sah, sehingga pengguna mengkliknya dan memasukkan data kredensial.
APV
Android Police Virus (APV) adalah sejenis ransomware, yakni dapat memblokir seluruh sistem dan mengenkripsi semua file dan aplikasi dalam perangkat.
FakeInst
Merupakan salah satu malware Android yang paling banyak tersebar. Tampak tak berbahaya, tapi setelah diinstal, malware ini secara otomatis mengirimkan pesan teks dengan tarif premium.
BlackRock
Ini malware tipe Trojan yang dianggap mencuri informasi perbankan dari aplikasi seperti Gmail, Uber, Amazon, Netflix, dan lainnya.
BACA JUGA:
- Pengumuman! Google Bakal Hapus Akun Tidak Aktif Akhir 2023, Ini Alasannya
- Dear Para Istri! Begini Cara Suami Menyembunyikan Chat WA, Triknya Sangat Mudah
OpFake
Adalah keluarga virus yang menyerang peramban Opera Browser. Penyerang di belakang OpFake secara diam-diam memantau aktivitas pengguna dan mengirimkan SMS dengan tarif premium melalui perangkat korban.
Adapun perangkat lunak berbahaya ini tersebar dengan berbagai cara, seperti melalui pop-up yang menarik, pembaruan Opera palsu, dan banyak lagi.