SMF Siap Jadi Akselerator Pengembangan Ekosistem Pembiayaan Perumahan

fin.co.id - 07/03/2023, 21:24 WIB

SMF Siap Jadi Akselerator Pengembangan Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Jajaran Direksi SMF (kiri ke kanan), Direktur SMF Heliantopo, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur SMF Bonai Subiakto

Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu tren positif industri perumahan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini.

BACA JUGA:Catat! Deretan Program SMF Untuk Mendorong Percepatan Program Sejuta Rumah Rakyat

"Ke depan SMF akan terus berperan serta mendukung Pemerintah dalam memaksimalkan pemanfaatan APBN untuk penyediaan akses perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program KPR FLPP, serta program pembiayaan sekunder perumahan berkelanjutan lainnya,” ungkap Ananta.

Pembiayaan Homestay dan Rumah Kumuh SMF

Selain itu Perseroan juga aktif dalam menjalankan beberapa inisiatif strategis diantaranya yaitu Program Pembiayaan Homestay dan Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh. 

Dalam Program Pembiayaan Homestay, merupakan sinergi SMF dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Terkait Program Pembiayaan Homestay sepanjang 2022 SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam merealisasikan penyaluran pembiayaan dengan total sebesar Rp2.750 miliar untuk di 5 desa wisata yang terdiri dari 37 debitur. 

BACA JUGA:SMF Terbitkan Obligasi PUB VI Tahap III Tahun 2022 Sebesar Rp3 Triliun

Adapun sejak 2019 hingga Desember 2022, SMF telah merealisasikan Program Pembiayaan Homestay dengan total akumulasi aliran dana mencapai Rp12.442 miliar untuk 152 homestay di 16 desa wisata binaan. 

Homestay itu antara lain terletak di Desa Nglanggeran, Desa Samiran, Desa Kuta, Desa Pagerharjo, Desa Kemuning, Desa Mertak, Desa Sarongan, Desa Sukajaya, Desa Tamansari, Desa Bangsring, Desa Sembalun, Desa Wringin Putih, Desa Tete Batu, Desa Paputungan, Desa Palaes dan Desa Pahawang.

Terkait realisasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh, sepanjang tahun 2022, Perseroan dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR telah melakukan kolaborasi merenovasi 147 rumah tidak layak huni dengan serapan anggaran mencapai Rp 10,4 miliar di 5 lokasi. 

Lokasi itu antara lain di Belu Nusa Tenggara Timur, Surakarta Jawa Tengah, Cirebon Jawa Barat, Mataram Nusa Tenggara Barat dan Medan Sumatera Utara.

BACA JUGA:Kian Diminati, EBA Ritel SMF Ajak Investor Muda Terapkan Sustainable Living

Adapun sejak tahun 2019 hingga saat ini, SMF telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 373 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp 27,6 miliar.

Rencana Kerja SMF 2023

Admin
Admin
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi