"Lalu Yosua dipanggil Putri untuk curhat selama 15 menit. Kemudan tanggal 8 Juli 2022 pulang bersama dari Magelang ke Jakarta. Saat itu, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) sudah melucuti senjata Yosua," terangnya.
Terkait dugaan pemerkosaan, kata Kamaruddin, tidak ada laporan visum et repertum yang menyatakan alat kelamin Putri Candrawathi mengalami kekerasan seksual.
"Karena kalau wanita diperkosa pasti mengalami bekas luka. Tapi dalam kasus ini satu pun tak ada. Kecuali hasil psikolog yang ngarang-ngarang itu," beber Kamaruddin.
Selain itu, lanjut Kamaruddin, Yosua masih berkirim pesan WA ke Putri Candrawathi untuk meminta supaya senjatanya dikembalikan.
Artinya, Brigadir J masih tetap berhubungan dengan Putri Candrawathi. "Tetapi sayang HP milik Yosua itu disembunyikan atau dihilangkan oleh Ferdy Sambo," urainya.
BACA JUGA:Psikolog Nilai Pengakuan Putri Candrawathi Diperkosa Tidak Masuk Akal
BACA JUGA:Putri Candrawathi Menangis Saat Cerita Diperkosa Hingga Dibanting Berkali-kali oleh Yosua