Tidak Ada Pemerkosaan Terhadap Putri Candrawathi
Kamaruddin Simanjuntak menegaskan tidak ada pemerkosaan atau pelecehan terhadap Putri Candrawathi.
Sebelumnya, Ferdy Sambo menyebut istrinya Putri Candrawathi diperkosa oleh Brigadir J. Hal itulah yang membuatnya marah hingga terjadi peristiwa tersebut.
Dalam persidangan, Putri Candrawathi juga mengaku diperkosa dan dibanting tiga kali oleh Brigadir Yosua.
"Tidak ada pemerkosaan atau pelecehan. Laporan soal pelecehaan seksual tanggal 9 juli 2022 sudah di-SP3. Artinya tidak ada peristiwa itu," kata Kamaruddin Simanjuntak seperti dikutip fin.co.id dari channel Youtube medcom id dalam sebuah diskusi berjudul 'Kamaruddin Bongkar Horor Baru Sambo' pada Selasa, 13 Desember 2022.
Menurutnya, Ferdy Sambo telah berbohong dengan mengganti tempat dan waktu kejadian di Magelang, Jawa Tengah.
"Awalnya tanggal 4 Juli 2022. Kita pelajari dari isi WA Yosua dan Putri Candrawathi. Tidak ada wanita yang habis diperkosa memuji-muji pria yang memperkosanya sebagai pria yang tangguh, cekatan, multi talenta," imbuh Kamaruddin.
Selanjutnya, diganti lagi pada tanggal 7 Juli 2022. Dikatakan pada pada tanggal 7 dan 8 Juli 2022, Putri dan Yosua sama-sama tinggal di rumah itu (Rumah Magelang, Red).
"Lalu Yosua dipanggil Putri untuk curhat selama 15 menit. Kemudan tanggal 8 Juli 2022 pulang bersama dari Magelang ke Jakarta. Saat itu, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) sudah melucuti senjata Yosua," terangnya.
Terkait dugaan pemerkosaan, kata Kamaruddin, tidak ada laporan visum et repertum yang menyatakan alat kelamin Putri Candrawathi mengalami kekerasan seksual.
BACA JUGA:Ferdy Sambo Ngaku Tak Tembak Yosua, Kamaruddin: Takut Dihukum Mati
"Karena kalau wanita diperkosa pasti mengalami bekas luka. Tapi dalam kasus ini satu pun tak ada. Kecuali hasil psikolog yang ngarang-ngarang itu," beber Kamaruddin.
Selain itu, lanjut Kamaruddin, Yosua masih berkirim pesan WA ke Putri Candrawathi untuk meminta supaya senjatanya dikembalikan.