Regional . 06/12/2022, 17:45 WIB
BACA JUGA:Gibran Pamer Makan Bareng dengan Ganjar di Warung: Memang Lebih Enak...
Namun seiring berjalannya waktu kini batik parang sudah boleh digunakan semua kalangan masyarakat.
Batik Parang berasal dari Jawa Tengah, terutama daerah Solo dan Yogyakarta.
Batik parang Solo dan Yogyakarta memiliki kemiripan karena dulunya kedua daerah ini menyatu.
Perbedaan antara kedua jenis batik ini terletak pada bentuk dan warna.
BACA JUGA:Anies Temui Gibran di Solo, Singgung Pilgub DKI Jakarta
Bentuk batik parang Yogyakarta diagonal kanan atas ke kiri bawah.
Sementara itu, batik parang Solo diagonal kiri atas ke kanan bawah.
Warna batik parang Solo dominan cokelat soga, sedangkan batik parang Yogyakarta ditambah campuran warna putih dan hitam.
Parang berasal dari kata dalam bahasa jawa, yakni pereng atau lereng.
Motifnya bersusun seperti huruf “S” seperti ombak laut yang tidak terputus dan saling mengikat.
Susunan motif yang saling mengikat melambangkan kesinambungan. Bentuk huruf “S” melambangkan kekuatan, kekuasaan, kewibawaan, keberanian dan semangat yang tidak pernah padam bak ombak pemecah karang.
Motif saling berkesinambungan bermakna hidup yang tidak pernah putus, konsisten memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya.
Dilansir dari ditsmp.kemdikbud.go.id menjelaskan, makna motif batik parang secara filosofis merupakan tidak pantang menyerah.
Motif yang saling terkait bermakna perjuangan tidak pernah putus.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id