Setidaknya ada empat kelurahan yang akan menjadi fokus pembebasan lahan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Di antaranya yakni Kelurahan Cawang, Kramat Jati dengan kebutuhan pembebasan lahan seluas 2,25 hektare.
Lalu, di Kelurahan Rawajati, Pancoran dengan kebutuhan pembebasan lahan seluas 1,5 hektare.
BACA JUGA:Ahok Ikut Berduka Cita Tahu Fransiska Ncis Sang 'Pahlawan Kemanusiaan' Meninggal
Selanjutnya, Kelurahan Cililitan, Kramat Jati seluas 0,8 hektare, serta di Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara seluas 1,95 hektare.
Tahun 2023, Pemprov DKI mengalokasi anggaran sebesar Rp 700 miliar.
Alokasis dana itu sudah dimasukkan dalam Rancangan APBD DKI Tahun Anggaran 2023.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) DKI Jakarta Agus Firmansyah menegaskan, butuh kepastian antara penanggulangan banjir dengan relokasi warga korban banjir.
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Pilih Erick Thohir Jadi Cawapres: Pekerja Keras dan Kerjanya Nyata
"Jangan ada kesan pemanfaatan kondisi yang dialami warga, lalu dijadikan kesempatan untuk memindahkan warga ke rusun," tutur Agus, Jumat (11/11/2022).
Relokasi warga ke rusun, sambung Agus, berpengaruh terhadap banyak aspek kehidupan masyarakat.
"Ini berpengaruh dengan kebiasaan masyarakat setempat. Misalnya mereka yang biasa usaha kecil atau jualan di depan rumah, ketika pindah ke rusun bisa jualan lagi atau tidak. Ini harus dipikirkan," tandas dia.
Kalaupun relokasi dengan ganti untung, tambah Agus, perlu ada pertimbangan selanjutnya.
BACA JUGA:Sinetron Tajwid Cinta, Drama Romantis dan Religi Terbaru di SCTV
"Uang ganti untung cukup atau tidak untuk beli rumah lagi. Jangan sampai mereka dapat uang tapi enggak bisa beli rumah lagi di Jakarta, padahal ekonomi keluarga bergantung dengan usahanya di Jakarta," tukas dia.