Internasional

Arab Saudi Tuai Kritik: Izinkan Perayaan Halloween Tapi Larang Maulid Nabi

fin.co.id - 01/11/2022, 06:40 WIB

Arab Saudi Tuai Kritik: Izinkan Perayaan Halloween Tapi Larang Maulid Nabi

Momen masyarakat Arab Saudi merayakan Halloween 2022.

JAKARTA, FIN.CO.ID-  Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menuai kritik dari netizen muslim dunia karena merayakan festival Halloween beberapa waktu lalu di Boulevard Riyadh. 

Perayaam Halloween ini disebut-sebut mendapat sponsor pemerintah kerajaan.

Arab Saudi memang mulai menerapkan reformasi sosial untuk memodernisasi negara di bawah penguasa de-facto, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.

Yang lebih mengejutkan lagi, Halloween diizinkan sementara acara Maulid Nabi Muhammad SAW dilarang. 

Malam Halloween di Boulevard Riyad dijuluki dengan sebutan 'Akhir Pekan Menakutkan'. 

Orang-orang bersuka ria mengenakan kostum menakutkan dan pakaian mewah dan berpose unik. 

BACA JUGA: Masyarakat Arab Rayakan Halloween, Ustadz Hilmi: Kita Berislam Bukan ikut Arab Saudi!

Arab Saudi dinilai memiliki standar ganda dengan tidak mengizinkan perayaan Maulid Nabi Muhammad (saw), yang dikenal sebagai Al Maulid, sementara cara non muslim seperti Halloween ini diizinkan. 

"Perayaan Halloween di Riyadh, Arab Saudi. GEA Saudi mengadakan acara yang disebut "Scary Weekend", sementara perayaan Maulid masih dilarang," tulis pemilik akun @Musa_Maliki di Twitter.

BACA JUGA: Ketua MUI Soroti Perayaan Halloween di Arab: Saudi Memang Banyak Mengalami Perubahan

"Muslim di Saudi merayakan Halloween. Apa yang terjadi, apa yang terjadi di Saudi? Benar-benar gila," tulis pemilik akun Bilal Gani.

Menurut Arab News, Halloween telah lama dilarang di Arab Saudi. Namun kini diizinkan oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.

Para peserta di acara tersebut menilai acara itu sebagai bentuk hiburan yang tidak berbahaya.

BACA JUGA: Arab Saudi dan AS Memanas, Sepupu Pangeran bin Salman Ancam Jihad dan Mati Syahid

 "Ini adalah perayaan besar, jujur, dan ada semangat kegembiraan ... Dalam hal haram atau halal, saya tidak tahu tentang itu. Kami merayakannya hanya untuk bersenang-senang dan tidak ada yang lain. Kami tidak percaya pada apa pun. ," salah satu peserta yang mengambil bagian dalam perayaan untuk pertama kalinya seperti dikutip.

Admin
Penulis
-->