Namun, soal dukungan kepada capres berbeda jalan.
"Saya bilang kalau begitu sama-sama jalan membesarkan PPP, tetapi berbeda dalam mendukung calon presiden, dan dia setuju," kata Habil.
Belakangan, begitu mengetahui bahwa akar rumput PPP mendukung Anies Baswedan, maka Suharso Monoarfa pun balik arah.
BACA JUGA:Dihancurkan Malaysia 1-5, Begini Peluang Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2023
Hal itu karena dicurigai sering bertemu dengan Anies Baswedan bersama dengan Eep Saefullah, Suharso pun akhirnya didongkel dari kursi Ketum PPP.
Dia mengaku heran, Soeharso penggagas KIB untuk menjegal Anies, tetapi kenapa dikudeta.
Ternyata, Soeharso dijegal karena ditengarai sering bertemu Anies bersama Eep Saefullah.
Mantan petinggi PSSI itu menambahkan, Anies Baswedan makin dijegal, maka kian tinggi dan menjulang namanya.
BACA JUGA:Ini 12 Temuan Awal Tim Pencari Fakta Terkait Tragedi Kanjuruhan
Hal ini serupa waktu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala masih menjadi menko polhukam dan dibilang sebagai kanak-kanak.
Tetapi justru itulah yang membuat SBY melejit namanya.
"Jadi, rakyat Indonesia ini tidak suka melihat oleh terzalimi, rakyat Indonesia ini akan membantu orang yang dizalimi itu," katan Habil.
Ia menyebutkan, kondisi terkini ratusan kader senior PPP yang merupakan anggota FKM.
BACA JUGA:Banteng DKI Janji Tak Diam Seribu Bahasa saat Kepemimpinan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono
Bahkan, kader senior tersebut menguasai lumbung suara akar rumput.