Internasional . 01/10/2022, 22:50 WIB
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres.
Pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia dianggap tak punya kekuatan hukum.
“Setiap keputusan untuk melanjutkan pencaplokan wilayah Donestk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina tak memiliki nilai hukum dan pantas dikutuk,” tandas Guterres dikutip dari TASS, Kamis (29/9/2022).
BACA JUGA: Guru Besar UI Puji Peran Jokowi di Panggung Dunia, dari Kunjungan Ukraina dan Rusia hingga G20
Guterres menegaskan, piagam PBB sudah jelas terkait aksesi yang dilakukan sebuah negara ke negara lain.
“Setiap pencaplokan wilayah suatu negara oleh negara lain yang diakibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional,” ungkap dia.
Rencananya, pencaplokan wilayah itu akan diresmikan dalam upacara yang akan dihadiri Putin.
Pada upacara peresmian tersebut, Putin akan memberikan pidato utama.
BACA JUGA: China dan Taiwan Memanas, Pengamat Militer: Kalau Perang Lebih Besar dari Rusia-Ukraina
Juru Bicara Rusia Dmitry Peskov mengungkapkan, perwakilan dari wilayah-wilayah tersebut akan menandatangani
kesepakatan untuk bergabung dengan Rusia di Kremlin.
Aneksasi itu akan dilakukan tak lama setelah pejabat-pejabat di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, mengatakan bahwa penduduk memilih ingin bergabung dengan Rusia melalui referendum.
Menyikapi hal ini, Ketua Majelis Tinggi Rusia akan membahas bergabungnya 4 wilayah tersebut dalam sidang pada 4 Oktober 2022.
BACA JUGA: Jokowi Pertimbangkan Beli Minyak Mentah Rusia, Apa Konsekuensinya?
Keputusan tersebut bisa menjadi hadiah istimewa bagi Putin yang akan berulang tahun ke-70, tiga hari kemudian.
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com