JAKARTA, FIN.CO.ID - Seperti diketahui, tahun 2022 bukanlah tahun yang baik untuk Netflix, dan justru sebaliknya.
Untuk berbagai alasan, Netflix telah kehilangan banyak pelanggan aktifnya, salah satunya ketika mereka memutuskan layanan mereka dari Rusia.
Akibatnya, Netflix harus kehilangan 700 ribu pelanggan dari salah satu negara di Eropa itu.
(BACA JUGA:Acara Netflix Marak Kena Cancel, Bagaimana Nasib F1 Drive to Survive?)
Sementara menurut prediksi layanan streaming terbesar di dunia itu, mereka akan kehilangan jutaan pelanggan lain juga di tahun 2022 ini.
Kini, menurut TechRadar, Netflix dilaporkan mulai berbenah, salah satunya adalah menyediakan live streaming.
Ya, untuk mencegah lebih banyak pelanggannya kabur, Netflix disebut bakal menghadirkan live streaming, seperti halnya televisi konvensional.
Menurut laporan Deadline, via TechRadar, Netflix tengah mempersiapkan live streaming ke layanannya, hanya saja belum diketahui kapan sejatinya bakal tersedia.
Selain berencana membawa stand-up comedy, Netlif juga ingin menghadirkan acara pencarian bakat, selain juga tayang langsung olahraga.
Untuk yang satu ini, sudah diimplementasikan terlebih dahulu oleh Apple TV Plus lewat Friday Night Baseball.
Jika saja gagal memberikan perubahan, sebagaimana diprediksi para analis, maka jangan heran jika Netflix akan dihadapkan pada persaingan yang sulit.
Sementara itu, Prime Video milik Amazon dan Disney Plus masih terus menunjukan peningkatan jumlah pelanggan, dengan Disney Plus adalah pesaing terberat Netflix.
Biaya Tambahan Netflix
Sebelumnya dilaporkan bahwa Netflix akan segera menerapkan biaya tambahan, bagi mereka yang berbagi password Netflix, namun beda rumah.
Itu artinya, jika Anda selama ini meminjamkan akun Anda ke teman, tetangga atau keluarga, dan Anda juga tidak satu atap dengan mereka, maka Anda akan dikenakan biaya tambahannya.
Diprediksi sekitar 33 persen pengguna aktif Netflix, adalah mereka yang nonton menggunakan sharing account.
Biaya ekstra Netflix ini, menurut TechRadar, adalah di angka 2.99 dolar AS per pengguna beda rumah.
Itu artinya jika dikonversi dalam bentuk rupiah, pengguna sharing account harus membayarkan biaya tambahan senilai 43 ribu rupiah, atau seperempat dari biaya Netflix Premium.
Sejauh ini rencana Netflix tersebut dianggap berhasil, sebagaimana dilihat dari hasil trial di beberapa negara Chile, Kostarika dan Peru.
Berkat itu, Netflix disebut siap menggulirkan rencana ini, sekitar kuartal keempat tahun 2022.
Berarti, secepat-cepatnya bulan Oktober, pengguna sharing account tidak lagi bisa leluasa, gratisan menikmati tayangan raksasa streaming itu, tanpa biaya ekstra.