"Lawan Liverpool, Mahrez selalu ngawu awu, tapi doi masuk telat, 2 tendangan 5 menit abis dia masuk yang 1 mistar 1 melambung," sambungnya.
Menurut dr Tirta pergantian Mahrez dan Kevin de Bruyne merupakan perjudian besar kepala pelatih dan manajer Manchester City Pep Guardiola.
Akan tetapi perjudian yang Pep Guardiola lakukan malah berujung dengan kekalahan yang cukup menyakitkan.
"Harusnya Pep tau lho, lawan Real Madrid itu ga bisa slesai sebelum peluit dibunyikan," beber dr Tirta.
(BACA JUGA:Refly Harun Soal Jokowi Takut Kalah Pamor Dengan Anies, Ali Ngabalin: Rupanya Kawan Ini Sakit Hati Banget)
"Lucu aja, padahal Pep sudah sering ketemu Madrid. Ganti 3 pemain kunci berturut-turut, padahal masih dalam posisi ga aman," tambahnya.
Bagi dr Tirta blunder yang dilakukan Pep Guardiola dinilai fatal yang akan disesali bertahun-tahun oleh sang pelatih.
"Padahal lawan Liverpool strategi Pep bagus. Yo mosok sih selevel semifinal UCL, lawan Real, Walker, KdB ama Mahrez diganti sekaligus," heran dr Tirta.
"Dan masukin fernandinho yang jelas wis tuek. Yang dikolongin ama Vini di leg 1," tulis dr Tirta disertai emoji tertawa.
(BACA JUGA:Ini Percakapan Singkat Ketua MUI Dengan Anies Baswedan Jelang Salat Id di JIS)
dr Tirta bilang kalau Walker sukses mematikan gerakan Vini, Mahrez bener mengotak-atik lini tengah Real Madrid.
"Kesamber opo toh pak botak Pep iki. Cok cok hahahaha," papar dr Tirta.
"Kalo Grealish? Grealish disuru duet ama Sterling. Terus belakangnya Fernandinho jinguk," ujar dr Tirta sambil terkekeh-kekeh.
Cuitan dr Tirta ternyata mendapat komentar dari netizen yang akunnya bernama @bapaknya_baim dengan mengingatkan tragedi Karius jilid 2.
(BACA JUGA:Ini Kata Ketua MUI Usai Kemendikbud Ristek Siap Copot Rektor ITK dari Reviewer LPDP)