CHINA, FIN.CO.ID -- China meluncurkan roket Long March-2D dengan membawa delapan satelit komersial menuju orbit pada Kamis, 5 Mei 2022.
Satelit Jilin-1 Kuanfu 01C bersama tujuh satelit Jilin-1 Gaofen 03D bertolak dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi tepat pukul 10.38 waktu setempat (09.38 WIB).
(BACA JUGA:Gadis 3 Tahun Kritis, Terkunci 6 Jam di Dalam Bus yang Panasnya 50C, Petugas Daycare Bilangnya Lupa)
(BACA JUGA:Pesawat Ini Sudah Terbang Jauh, Trus Disuruh Balik Lagi, Ternyata Co-pilotnya Masih Trainee)
Tidak lama kemudian, satelit yang diluncurkan dari wilayah utara daratan Tiongkok itu memasuki orbit yang sudah ditentukan.
Dengan daya jangkau yang luas, Jilin-1 Kuanfu 01C akan digunakan untuk menyediakan layanan data penginderaan jarak jauh secara komersial untuk sektor-sektor seperti sumber daya lahan, eksplorasi mineral, dan konstruksi kota pintar.
(BACA JUGA:Lagi, Uni Eropa Blokir 3 TV Rusia: Mereka Suarakan Kebohongan dan Propaganda Vladimir Putin)
(BACA JUGA:Korea Utara Luncurkan Proyektil tak Dikenal, Jepang Curigai Rudal Balistik)
Ini adalah misi penerbangan ke-419 dari seri roket Long March, tulis media setempat.
Lima hari sebelumnya roket Long March-11 meluncur dari lepas pantai Laut China Timur dengan mengangkut lima unit Jilin-1 Gaofen ke orbit.
(BACA JUGA:Uni Eropa Umumkan Embargo Minyak dari Rusia )
(BACA JUGA:Ini 10 Orang Paling Tajir Selama COVID-19, Ada Elon Musk, Mark Zuckerberg, Bill Gates dan Jeff Bezos)
Long March-11 menjadi satu-satunya kendaraan peluncur milik China berbahan bakar padat yang bisa diluncurkan dari darat dan laut serta memiliki kecepatan yang tinggi, aman, dan fleksibel.