Internasional

Pembantaian di Kota Bucha Ukraina, Adalah Provokasi Mendiskreditkan Rusia, Tidak Ada Fakta, Hanya Kebohongan

fin.co.id - 05/04/2022, 17:32 WIB

Pembantaian di Kota Bucha Ukraina, Adalah Provokasi Mendiskreditkan Rusia, Tidak Ada Fakta, Hanya Kebohongan

Mayat tergeletak di Kota Bucha Ukraina. (antara)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pembunuhan warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah bagian dari tindakan curang Barat untuk mendiskreditkan Rusia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Duma, Majelis Rendah Parlemen Rusia, yang disampaikan Selasa, 5 April, 2022. 

(BACA JUGA: Ratusan Jasad Tergeletak di Bucha Dianggap Provokasi Kejahatan, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh) 

"Situasi di Bucha adalah provokasi untuk mendiskreditkan Rusia," kata Vyacheslav Volodin.

"Washington dan Brussels penulis skenario dan sutradaranya, dan Kiev adalah aktor-aktornya," kata Volodin. "Tidak ada fakta, hanya kebohongan."

Sejak pasukan Rusia ditarik mundur dari kota-kota di sekitar Ibu Kota Ukraina, Kiev, pekan lalu, tentara Ukraina telah memperlihatkan kepada wartawan. 

Yakni mayat-mayat yang mereka sebut sebagai warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia, rumah-rumah yang hancur dan mobil-mobil yang dibakar.

(BACA JUGA: Cium Rencana Busuk Amerika, Rusia: Rekaman Mayat Warga Sipil di Bucha Pesanan Amerika)

Rusia membantah semua tuduhan itu.

Wali Kota Bucha pada Minggu mengatakan 300 warganya telah tewas selama kotanya diduduki oleh Rusia.

Di kota yang berjarak hanya 37 km dari ibu kota Kiev itu wartawan Reuters melihat mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan. 

Tangan dan kaki para korban tewas menyembul dari liang kuburan massal yang masih terbuka di halaman sebuah gereja.

(BACA JUGA: Nenek 73 Tahun di Garut Selamat Setelah Terseret Longsor, Ruhiyah: Nenek Terus Saja Merangkak, Menjauh...)

Amerika Serikat dan Eropa pada Selasa berencana menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia atas pembunuhan warga sipil di Ukraina, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan jumlah korban yang ditemukan mungkin akan bertambah.

Presiden AS Joe Biden mendesak sebuah pengadilan kejahatan perang terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Admin
Penulis
-->