(BACA JUGA:PPKM Level 2, Begini Aturan Tarawih di Jabodetabek)
Luhut juga memaparkan beberapa indikator pengendalian COVID-19 lainnya seperti keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) atau “Bed Occupancy Ratio (BOR)” yang saat ini hanya sebesar enam persen. Hal itu diperoleh karena per April 2022, tingkat pasien rawat inap menurun hingga 85 persen.
“Positivity Rate (tingkat penularan) yang di bawah standar WHO (Badan PBB soal Kesehatan Dunia) yakni empat persen. Jumlah orang yang meninggal pun turun tajam hingga 88 persen dibandingkan puncak kasus Omicron yang lalu,” kata Luhut.
Dari sejumlah indikator tersebut, kata Luhut, pemerintah menyimpulkan kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia terkendali.
(BACA JUGA:Masuk PPKM Level 2, PTM di Kota Bekasi Bakal Dievaluasi )
“Terkendalinya varian omicron menyebabkan pemulihan ekonomi mampu dijaga dengan baik. Meskipun sempat menurun tetapi pemulihan ekonomi Indonesia dapat bangkit dengan cepat dan menunjukkan tren yang sangat positif sejak akhir Januari 2022,” ucap Menko Luhut.