Nasional . 26/03/2022, 21:24 WIB
Kasus pelanggaran Etika Berat dari dr. Terawan AP sudah diproses sejak tahun 2013. Prosesnya menjadi tidak tuntas karena tidak ada kemauan untuk melakukan klarifikasi dari dokter TAP. pic.twitter.com/0OVYZBiXSp
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Proses penilaian Pelanggaran Etika dilanjutkan dengan mendengarkan kesaksian ahli. Penilaian diajukan oleg MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta ke @PBIDI . pic.twitter.com/7AzcZbEbKE
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Kasus Pelanggaran Etika Berat dokter Terawan cukup panjang. Hasil sidang MKEK pada tgl 8 Feb 2022 disampaikan pada @PBIDI kelanjutan hasil MKEK dan Muktamar IDI tahun 2018. Keputusan MKEK tsb dibahas pd sidang khusus Muktamar IDI XXXI tgl 21-25 Maret 2022. pic.twitter.com/WtCbnUO87k
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Sebenarnya Keputusan MKEK sudah final dan wajib dilaksanakan oleh @PBIDI dan Perhimpunan Dokter Spesialis yg terkait, desuai AD-ART IDI. pic.twitter.com/53p735X994
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id