Islah Bahrawi: Negara Dihakimi Oleh Kelompok yang Punya Pemahaman Terorisme Identik dengan Islam

fin.co.id - 16/03/2022, 21:28 WIB

Islah Bahrawi: Negara Dihakimi Oleh Kelompok yang Punya Pemahaman Terorisme Identik dengan Islam

Direktur Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi

(BACA JUGA:dr Sunardi Ditembak Mati Densus, Komnas HAM Turun Tangan )

"Islam tidak boleh terlalu asyik berpolitik dan melakukan guliran-guliran ayat untuk mempertegas penguasaan populasi-populasi elektoral. Ini yang harus dihindari. Kita cukup saja memegang teguh konsep Watosiyah (tidak ekstrem kanan maupun kiri, Red) dalam bernegara. Selain itu pegang teguh toleransi dalam beragama," urai Islah Bahrawi. 

Dia menyebut khilafah yang selalu diusung Hizbut Tahrir tersebut dibiayai oleh orang-orang barat. Tujuannya supaya umat Islam betul-betul mabuk dan terhipnotis kepentingan politik.

"Ini sudah bertahun-tahun terjadi. Sehingga orang Islam lupa terhadap leluhurnya yang lebih mementingkan ilmu pengetahuan," tukasnya. 

(BACA JUGA:Viral! dr Sunardi Bisa Berdiri Tanpa Tongkat, Aksinya Terekam CCTV sebelum Ditembak Mati Densus 88)

Seluruh jaringan terorisme di dunia, lanjut Islah Bahrawi, tujuannya adalah politik. Yakni menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah. "Namanya Islami banget. Tapi sebenarnya tujuannya membangkitkan revolusi untuk menguasai negara ini," pungkasnya. 

Seperti diberitakan, Anggota DPR RI Partai Gerindra, Fadli Zon ikut bereaksi atas meninggalnya dr Sunardi yang ditembak oleh Densus 88 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu, 9 Maret 2022 malam.

Dokter Sunadi yang dituduh sebagai pelaku terorisme itu, meregang nyawa terkena timah panas polisi. Aparat kepolisian mengklaim, penembakan itu dilakukan karena dr Sunardi melawan saat hendak ditangkap.

(BACA JUGA:dr Sunardi Bukan Warga Muhammadiyah)

Fadli Zon beranggapan, tindakan densus yang menembak seseorang yang masih terduga, merupakan tindakan biadab. Hal itu bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

"Seharusnya 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab', tapi praktiknya 'Kebiadaban yang tidak Adil tanpa Kemanusiaan', ujar Fadli Zon melalui akun Twitter resminya, Jumat 11 Maret 2022.

Dia menyayangkan penembakan tersebut. Dia menilai ironi di negeri pancasila."Sebuah ironi di negeri Pancasila," katanya.

(BACA JUGA:Peran dr Sunardi di Jamaah Islamiah, Kronologis Penangkapan, Hingga Akhirnya Tewas Didor Densus 88)

Reaksi serupa juga disampaikan Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana Chaniago.

"Demi Allah kami menuntut keadilan untuk dr Sunardi. Kami menyelamatkan manusia dengan jiwa raga. Kami tidak akan berkhianat demi bangsa dan negara," ujar dr Eva dilansir akun Twitter-nya, Jumat 11 Maret 2022.

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID