Viral

Tagar #BubarkanPKS Menggema di Twitter, Sosok Edy Mulyadi Jadi Bulan-bulanan Netizen

fin.co.id - 20/01/2022, 12:11 WIB

Tagar #BubarkanPKS Menggema di Twitter, Sosok Edy Mulyadi Jadi Bulan-bulanan Netizen

Edy Mulyadi Diserang Netizen Twitter

JAKARTA, FIN.CO.ID – Tagar #BubarkanPKS saat ini tengah menjadi trending topik di media sosial Twitter.

Ada banyak pengguna Twitter yang menggunakan tagar tersebut dengan tujuan mereka geram dengan pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terlebih ada video yang menampilkan seorang wartawan senior bernama Edy Mulyadi yang menyerang Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Edy diketahui juga pernah mencalonkan diri sebagai caleg PKS nomor urut 8 daerah pemilihan Jakarta III. Namun pada akhirnya gagal.

(BACA JUGA:Trending Tagar #bubarkanPKS Gegara Tolak IKN)

(BACA JUGA:Jutaan Vaksin Covid-19 KedaluWarsa, DPR: Kenapa Bisa Terjadi? Ini Harus Dianalisis )

Dalam video yang tersebar di Twitter, terlihat jelas Edy meyakini bahwa nantinya ada pengembang China yang akan membangun perumahan rakyat di Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara.

“Pengembang-pengembang China yang membangun di sana. Mereka nggak masalah pasti ada penduduk yang dikirim ke sana (IKN Nusantara), siapa? Warga RRC yang tinggal di sana,” kata Edy Mulyadi.

“Masa gini aja enggak ngerti sih? Masa Menteri Pertahanan kayak begini aja nggak ngerti sih? Jenderal bintang tiga, ini bicara soal kedaulatan Negara bos. Gila gebleknya kelewatan gitu loh,” tambahnya.

Ucapan Edy Mulyadi kemudian viral di Twitter dan banyak netizen yang menyebut bahwa Edy hanya ingin melakukan provokasi dan mengundang keributan.

(BACA JUGA:OTT Hakim di Surabaya, KPK Amankan Duit Ratusan Juta Rupiah)

(BACA JUGA:Tiga Singa di Kebun Binatang Ini Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, Tertular dari Penjaganya)

Video pernyataan dari Edy Mulyadi itu pada awalnya diunggah langsung oleh kanal YouTube MimbarTube.

Selain itu Edy Mulyadi juga meyakini bahwa sejumlah aset-aset Indonesia sengaja dijual untuk membiayai kepindahan ibu kota ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Aset-aset Indonesia di Segitiga Emas sudah diidentifikasi, diinvetarisasi, mana aja yang bisa dijual,” tukasnya.

Admin
Penulis
-->