Bahkan ada kemungkinan presiden baru nantinya bisa menggagalkan proyek pemindahan ibu kota Negara karena sudah sangking jengkelnya.
“Jadi banyak jebakan di situ, bayangkan kalau ada presiden baru dia anggap wah ini beban gue biarin gue pamerin itu sebagai kedunguan dan kebijakan Presiden Jokowi,” tuturnya.
(BACA JUGA:Insentif PPnBM Berhasil 'Dongkrak' Angka Penjualan Mobil )
(BACA JUGA:Jangan Sampai Kelewat, Berikut 4 Manfaat Penting Sarapan Bagi Tubuh Manusia)
“Lalu orang akan ingat Presiden Jokowi adalah yang memangkrakkan ibu kota itu kan buruk, karena enggak ada kalkulasi yang rasional,” sambungnya.
Mantan dosen di Universitas Indonesia (UI) itu menuturkan kalau seharusnya pemerintah saat ingin membangun sesuatu harus melihat dari atas atau secara konseptual terlebih dahulu.
Jika hanya membangun karena adanya ambisi, maka hanya akan menghasilkan warisan yang diolok-olok publik nantinya.
Rocky Gerung juga mempertanyakan mengapa ibu kota Negara baru dinamai “Nusantara” dan bukan nama dari salah satu pahlawan Indonesia.