JAKARTA - Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, khususnya pada Pasal 5 menyebutkan meterai memiliki harga tetap sebesar Rp10.000. Namun dalam pelaksanaannya, harga jual meterai yang beredar di masyarakat bervariasi dan ada yang di atas harga yang ditetapkan. Terlebih, digitalisasi seharusnya membuat efisien dan murah. Namun, kondisi yang terjadi sebaliknya. Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid ini mengataan, harga meterai justru lebih mahal. Ada yang keliru dalam pola investasi teknologi. "Kasihan rakyat. Biasanya beli meterai Rp10 ribu, sekarang menjadi lebih mahal. Ada yang jual Rp11.500, ada Rp10.800. Ini harus ditertibkan. Harus menggunakan single price. Tidak boleh lebih dari Rp10.000 kepada konsumen. Masak Peruri nyekik rakyatnya," ujar Nusron dikutip Sabtu (4/12). Politikus Partai Golkar tersebut melanjutkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2021 tentang Pengadaan, Pengelolaan dan Penjualan Meterai, Perum Peruri ditunjuk pihak yang melakukan pembuatan dan distribusi meterai. Dalam mendistribusikan meterai, Perum Peruri harus menunjuk distributor. "Dalam kenyataannya Perum Peruri menjual harga meterai di atas nilai nominal meterai elektronik. Hal ini disebabkan Peruri mengambil provisi dari negara yang seharusnya dibagi juga dengan distributor. Akibatnya banyak yang jual di atas nilai nominal meterai," terangnya. Selain itu, lanjut Nusron, Peruri memaksakan kepada distributor untuk menjual e-signing dalam distribusi digital meterai. Artinya, yang tidak menggunakan aplikasi e-signing tidak dilayani oleh Peruri. Padahal banyak konsumen terutama lembaga keuangan dan perkantoran sudah terlanjur investasi teknologi dengan provider e-signing lainnya. "Sudah kayak gitu, e-signing di Peruri mahal. Sekali tanda tangan Rp1.300," ujar Nusron. (khf/fin)
Harga Jual Materai Bervariasi, DPR: Kasihan Rakyat, Sekarang Jadi Lebih Mahal
fin.co.id - 04/12/2021, 08:58 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
TERKINI
Terpopuler
1
Posraya Indonesia Ucapkan Selamat Bekerja kepada Kepala BGN Baru Nanik Sudaryati Deyang
1 hari lalu
2
Gubernur Andra Soni: Pemprov Banten Terbuka Bantu Investor Kembangkan Kawasan Industri
3 hari lalu
3
Callum Menangis Haru Saat Resmi Menikahi Dua Lipa dalam Pernikahan Tertutup di London
2 hari lalu
4
Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN Dadan Hindayana: Salah Satunya Masalah Kedisiplinan
1 hari lalu
5
Blak-Blakan! Alasan John Herdman Pilih Rizky Ridho sebagai Kapten Tim Gantikan Jay Idzes
3 hari lalu