Usai Ribut di Rudenim, WN Nigeria Tewas Kecapean

fin.co.id - 11/11/2021, 15:05 WIB

Usai Ribut di Rudenim, WN Nigeria Tewas Kecapean

Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.

JAKARTA - Penyebab meninggalnya Kingsley Chukwuebuka (35), warga negara Nigeria di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres, Jakarta Barat, terungkap. Kingsley meninggal karena serangan jantung pada Selasa (9/11). Kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Arya Pradhana Anggakara mengatakan Kingsley Chukwuebuka meninggal karena kelelahan dan serangan jantung. "Kingsley meninggal dunia diduga karena serangan jantung dan kelelahan," katanya dalam keterangan persnya, Kamis (11/11). Dijelaskannya, berawal saat terjadi keributan di Rudenim antara warga asing di dalam dengan petugas penjaga dan pihak kepolisian. Keributan terjadi karena penghuni Rudenim menolak untuk dipindahkan ke sel lain oleh petugas. Setelah kericuhan selesai dan tahanan dipindahkan ke sel lain, pihaknya melihat kondisi Kingsley sudah dalam keadaan lemas. "Petugas menemukan deteni atas nama Kingsley Chukwuebuka sudah terlihat lemas dan tampak kelelahan, lalu dibawa ke rumah sakit terdekat,” katanya. Pihaknya pun membawa Kingsley ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Namun, belum sampai di rumah sakit, Kingsley sudah dinyatakan meninggal dunia. Dokter pun sempat melakukan upaya penyelamatan di rumah sakit. Namun hal tersebut tidak merubah apapun. Lebih lanjut, guna menjaga kondisi Rudenim tetap aman, pihaknya lalu memindahkan beberapa penghuni sel yang terlibat kericuhan ke tempat lain. "Kami pindahkan mereka ke ruang Detensi Ditjen lmigrasi, yang selanjutnya disebar ke ruang detensi Kantor lmigrasi Jakarta Barat, Kantor lmigrasi Jakarta Timur, Kantor lmigrasi Jakarta Selatan dan Kantor lmigrasi Jakarta Pusat,” jelasnya.(gw)  

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID