JAKARTA - Kasus pelecehan seksual dialami wartawati TV oleh pengamen. Kasus tersebut terjadi di saat sang wartawati tengah berbelanja. Kasus yang dialami SFK (30) kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (11/11). SFK dalam keterangannya mengatakan tindakan pelecehan seksual terjadi di Pasar Rawajati. "Saya sudah laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan hari ini dan dengan menunjukkan barang bukti," kata SFK di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (11/11) sore. Laporan SFK telah diterima dan terdaftar dengan nomor laporan polisi: LP/2282/XI/2021/RJS, tanggal 11 November 2021, terkait dugaan tindak pidana kejahatan kesopanan dengan sangkaan pasal 281 KUHP. SFK berharap polisi segera mengusut kasus pelecehan seksual yang dialaminya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, sehingga tidak terjadi kepada orang lain. "Jangan sampai hal kecil ini nanti bisa memberikan efek berkepanjangan (trauma)," ujarnya. Menurut SFK, pelecehan seksual itu dialaminya saat sedang berbelanja sayur di pasar kaget Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (9/11) pagi. Saat itu dirinya sedang berhenti di salah satu lapak pedagang, kemudian seorang pria yang diduga pengamen itu meraba bagian tubuh korban menggunakan alat musik yang dibawanya. "Di situ saya sudah bilang 'maaf Pak'. Maksudnya saya tidak bisa memberikan dia uang. Saya pikir sudah selesai, tapi dia malah menyentuh bokong saya pakai alat musik yang dia bawa dan kantong uang receh dari plastik permen," kata dia. Karena kaget, SFK pun marah dan menegur satu dari dua pengamen tersebut. Pengamen tersebut menyatakan, tidak sengaja melakukannya dan meminta maaf. "Saya marah saat itu. Saya bilang 'bapak yang sopan dong'. Dia bilang tidak sengaja dan meminta maaf, tapi menurut saya itu tidak masuk akal kalau tidak sengaja," katanya. SFK berharap, laporan tersebut diusut tuntas dan meminta para korban yang mengalami hal serupa untuk tidak takut melaporkan kepada pihak berwajib agar membuat pelaku jera.(ant/gw)
Tak Diberi Uang, Pengamen Sentuh Bokong Wartawati TV
fin.co.id - 11/11/2021, 22:07 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
TERKINI
Terpopuler
1
Kronologi Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah: Berawal dari Nafkah Anak, Caci Maki, Lalu Minta Maaf
2 hari lalu
2
Ranking FIFA Timnas Indonesia Melonjak ke Posisi 118, Pelatih Oman Sebut Garuda Layak Lebih Tinggi
2 hari lalu
3
Jerman vs Amerika Serikat Laga Uji Coba: Tim Panser Menang 2-1
1 hari lalu
4
Hasil Uji Coba Brasil vs Mesir, Tim Samba Menang 2-1
1 hari lalu
5
Sekolah Berasrama untuk Anak Maluku Utara Disiapkan di Halmahera
2 hari lalu