News . 05/11/2021, 11:30 WIB
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 dilaporkan tumbuh positif sebesar 1,55 persen, jika dibanding triwulan sebelumnya (Q to Q). Sementara itu jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year / YoY), perekonomian tumbuh sebesar 3,51 persen. Angka pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 itu mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan triwulan II-2021 yang mencapai 7,07 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III 2021 sebesar 3,24 persen. "Tren dari 2018 - 2021 ini belum mencapai level di tahun-tahun sebelumnya (di triwulan III) karena tadi ada peristiwa PPKM yang menghambat mobilitas dan akhirnya mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan," ujar Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/11/2021). BACA JUGA: Daftar Wilayah Penerima BLT Subsidi Gaji Diperluas Jika dilihat berdasarkan atas dasar harga berlaku ( ADHB ), produk domestik bruto (PDB) pada triwulan III 2021 sebesar Rp4.325,4 triliun. Sedangkan apabila dilihat atas dasar harga konstan ( ADHK ), PDRB pada periode itu mencapai Rp2.815,9 triliun. Menurut lapangan usaha, sumber utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021, terutama dikontribusikan oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Sektor - sektor industri tersebut memberikan kontribusi sebesar 66,42 persen terhadap PDB triwulan III 2021. Sementara itu dari beberapa sektor unggulan pembentuk PDB pada periode itu sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor jasa kesehatan yang mengalami pertumbuhan sebesar 14,06 persen. Selanjutnya adalah sektor pertambangan yang tumbuh sebesar 7,78 persen dan sektor infokom sebesar 5,51 persen. Sedangkan kontribusi terendah diberikan oleh sektor pertanian sebesar 1,31 persen, real estate sebesar 3,43 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 3,68 persen. "Jadi kalau dilihat menurut kategori ada 11 yang masih tumbuh positif dan enam kategori yang mengalami kontraksi," lanjutnya. Apabila dilihat menurut kelompok pengeluaran pertumbuhan ekonomi periode triwulan III 2021 terutama dikontribusikan oleh ekspor neto yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,23 persen. Kemudian PMTB (Pembentuk Modal Tetap Bruto) sebesar 1,18 persen dan konsumsi rumah tangga 0,55 persen. Jika dilihat dari sisi pertumbuhan setiap kelompok pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah impor sebesar 30,11 persen dan ekspor sebesar 29,16 persen. Konsumsi rumah tangga tumbuh tipis 1,03 persen, konsumsi lembaga swasta sebesar 2,96 persen, konsumsi pemerintah sebesar 0,66 persen dan PMTB tumbuh 3,74 persen. "Jadi perdagangan internasional ini mendominasi pertumbuhan ekonomi. Ini adalah pertumbuhan ekonomi kalau dilihat dari sisi pengeluaran menurut komponennya," pungkas Margo. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id