News . 17/09/2021, 09:02 WIB

“Hanya 44 perusahaan yang memberikan pelatihan kepada pekerja karena merasa tidak ada kebutuhan untuk itu,” ungkapnya.
Denni menjelaskan kondisi ini menunjukkan terjadinya kegagalan pasar dalam menghasilkan tingkat pelatihan kerja yang optimal. Karena itulah, Program Kartu Prakerja hadir untuk memberikan beasiswa pelatihan meskipun, karena situasi pandemi, ada sifat semi-bansos yang diembannya.
“Program Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula top down menjadi on demand. Selain itu, Prakerja menghidupkan pasar peningkatan keterampilan. Antar lembaga pelatihan yang jumlahnya ratusan itu saling bersaing memberikan layanan dan harga terbaik bagi konsumen,” jelasnya.
Denni Purbasari mengungkapkan, mengikuti pelatihan di Prakerja juga terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta, yang diindikasikan dengan nilai Pre-Test dan Post-Test.
“Hasil survei BPS menunjukkan bahwa 91 persen peserta mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat. Hal ini selaras dengan evaluasi Manajemen Pelaksana dimana skor pre-test peserta meningkat dari awalnya 59 menjadi 73 pada saat post-test,” pungkas Denni. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id