News . 31/05/2021, 17:28 WIB

Listing Di Bursa Efek, Archi Indonesia Lepas 20 Persen Saham Ke Publik

Penulis : Admin
Editor : Admin

  JAKARTA - Salah satu perusahaan tambang pure-play gold producer terbesar di Indonesia, PT Archi Indonesia Tbk (Archi) mengumumkan rencana untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) pada bulan Juni mendatang. Rencananya, Archi akan melepas sebanyak-banyaknya 4.967.500.000 (empat miliar sembilan ratus enam puluh tujuh juta lima ratus ribu) lembar saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp10 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya 20,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Menurut Direktur BNI Sekuritas, Putu Bagus Kresna dalam Public Expose IPO Archi Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (31/5), struktur penawaran pada aksi korporasi ini menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 5 persen dari enlarged capital, sedangkan untuk saham lama sebanyak-banyaknya 15 persen. "Rencana penggunaan dana hasil IPO adalah untuk repayment of loan bank dan untuk pembayaran working capital, kira-kira untuk masing-masingnya 90 persen dan 10 persen," ujar Putu. Pada pelaksanaan IPO ini, kisaran harga yang ditawarkan sekitar Rp750-800 miliar, dengan masa book building pada 31 Mei-9 Juni 2021. Putu berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa diperoleh pada 18 Juni 2021. Sehingga, periode penawaran umum dapat dilaksanakan pada 22-24 Juni 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa dilakukan pada 28 Juni 2021. Pada aksi korporasi ini, manajemen Archi Indonesia menunjuk lima penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT BNI Sekuritas, PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas. Sementara itu, Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra mengatakan tujuan dari IPO Perseroan adalah untuk mengembangkan dan mengakselerasi rencana pertumbuhan Perseroan, sekaligus juga untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan. “Dengan mencatatkan saham perusahaan kami di BEI, Archi bermaksud untuk mempercepat rencana pertumbuhan kinerja perusahaan, dan lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan adanya pengawasan secara langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum," tuturnya. Lebih lanjut, Rudy mengajak masyarakat untuk berinvestasi di saham Archi karena Archi merupakan salah satu saham yang tercatat di BEI yang memiliki exposure penuh terhadap bisnis pertambangan emas, dimana emas merupakan komoditas dengan nilai yang stabil dan sangat menarik bagi investor. "Emas sering dianggap sebagai salah satu komoditas teraman, dengan nilai investasi yang terpercaya serta sustained dari waktu ke waktu," jelasnya. Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi, Adam Jaya Putra, menjelaskan, sekitar 90 persen dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Entitas Anak, untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta Entitas Anak untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id