Peran Komunitas Penting Dukung PPKM Mikro

BerandaCovid-19Peran Komunitas Penting Dukung PPKM Mikro

JAKARTA – Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, dokter Sony Harry B Harmadi menilai peran komunitas sangat penting dalam mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Dalam rangka membangun ketahanan kesehatan masyarakat, yang menjadi garda terdepan untuk mengakhiri pandemi adalah masyarakat itu sendiri,” kata Sonny di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (27/2).

BACA JUGA: Jokowi Buka Keran Investasi Miras, Tengku Zul: Dulu Jadi Imam Salat, Kini Apa Lacur….

Kesuksesan PPKM skala mikro di level desa atau kelurahan sangat tergantung pada kekompakan dari komunitas masyarakat yang ada di dalam lingkungan tersebut.

Dengan penerapan PPKM mikro di skala terkecil, setiap komunitas bisa mengidentifikasi sendiri masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA: PSI Pernah Sanjung Nurdin Abdullah Tokoh Anti Korupsi, Kini Terjaring OTT KPK

“Sehingga melalui identifikasi masalah tersebut, mereka lebih lanjut dapat memusyawarahkan upaya-upaya yang perlu diambil di dalam tindakan pencegahan dan penanganan kasus COVID-19,” jelasnya.

Dengan penerapan PPKM skala mikro, pemerintah pada dasarnya memberikan kewenangan kepada kepala desa maupun lurah dan tingkat yang lebih kecil lagi untuk mengambil strategi yang diperlukan. Tujuannya guna mengatasi dampak COVID-19 sesuai dengan kapasitas yang ada di daerah itu.

BACA JUGA: Ngabalin Ancam Perang dengan Demokrat Jika Masih Bawa-bawa Nama Jokowi

“Lalu dengan PPKM Mikro, mereka juga bisa mengidentifikasi sendiri kemungkinan faktor penyebab, melindungi komunitasnya sendiri serta melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan. Apabila teridentifikasi ada yang positif, maka ada yang perlu ditingkatkan kepatuhannya. Karena disiplin kolektif itu jauh lebih penting daripada disiplin individu,” tukasnya.

Dia menilai penerapan PPKM itu sebenarnya sudah sangat tepat diupayakan di tingkat mikro. Karena setiap permasalahan dalam penanganan COVID-19 akan lebih mudah teridentifikasi dan dipecahkan dengan prinsip gotong royong.

“Di level ini kalau seluruh RT/RW dan desa ini masyarakat bisa dari, oleh dan untuk mereka. Sesuai potensi kemampuan mereka untuk mengawasi komunitasnya sendiri, melaksanakan fungsi pencegahan. Tentu secara agregat kita akan memperoleh hasil yang sangat baik,” tutup Sonny.(rh/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru

spot_img