Vaksinasi Naikkan Nafsu Makan

fin.co.id - 30/01/2021, 12:35 WIB

Vaksinasi Naikkan Nafsu Makan

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

JAMBI – Penyuntikan vaksin covid-19 dosis kedua oleh Pemprov Jambi dilakukan di rumah Dinas Gubernur Jambi pada  Kamis (28/1) kemarin.

Ada hal menarik yang dingkapkan oleh peserta vaksin sinovac setelah 14 hari diinjeksi vaksin ini. Peserta vaksin kompak menyebut vaksin bisa menaikkan nafsu makan. Tentu kata mereka dengan nafsu makan meningkat akan tercipta kekebalan tubuh. Oleh karena itu, mereka mengajak masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya vaksin tersebut.

Hal ini seperti dilontarkan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman.“Dari yang saya rasakan, malah nafsu makan yang kuat, tak pernah-pernahnya saya banyak makan,” ujarnya usai disuntik vaksin seperti dikutip dari Jambi Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

BACA JUGA:  Tanggapi Video Pasangan Gancet yang Viral, Mbah Mijan Ungkap Efek Terburuk

Ia mengisahkan, dirinya termasuk orang yang tak pernah makan pagi dan malam hari. Namun, setelah penyuntikkan vaksin kebiasaannya berubah. “Biasanya pagi ndak pernah makan, tapi belakangan ini selalu sarapan, karena lapar,” tambahnya.

Kemudian, awal pertama kali disuntikkan memang sedikit menimbulkan rasa ngantuk, namun dirinya menyebutkan tak ada rasa atau efek yang berlebihan.

Hal yang sama dikatakan oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M Zulkifli. Kata dia, untuk kali ini tak ada merasakan hal-hal aneh dan lebih enak dari sebelumnya. “Tadi gak ada rasa apa-apa, lebih enak dan tidak pegal-pegal,” kata dia.

BACA JUGA:  Sebut Islam Agama Pendatang yang Arogan, PCINU Amerika Semprot Abu Janda: Twit Ini Ngaco Banget, Koplak!

Kemudian juga, dia berharap jangan sampai ada penolakan dari masyarakat terkait vaksinasi tersebut. “Mau sampai kapan kita begini terus, tentu tidak mau, ini untuk kemaslahatan dan berjalannya aktivitas masyarakat seperti biasa,” sebutnya.

Kemudian Pelaksanan Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi  Raflizar juga menyebut nafsu makannya bertambah setelah menjalani vaksinasi.

Setidak nya ada 31 orang seharusnya disuntik vaksin dosis ke dua hari ini. Namun, dari 31 orang penerima vaksin tersebut, satu diantaranya dari anggota DPRD Provinsi Jambi tidak bisa ikut divaksin hari ini karena masih berada di luar kota.

"Yang tak sempat divaksin ke dua hari ini, Kita akan jadwalkan lagi dia vaksin selanjutnya di puskesmas Tanjung Pinang, karena di sini masuk kelurahan Tanjung Pinang," jelas Raflizar.

BACA JUGA:  Jaksa Kembalikan Berkas Dugaan Pelanggaran Prokes HRS ke Bareskrim

Untuk vaksinasi di Provinsi Jambi, Raflizar mengatakan mendapatkan apresiasi dari pusat karena di Muaro Jambi  merupakan daerah dengan keikutsertaan vaksinasi tertinggi di Indonesia untuk tenaga kesehatan.

Terpisah, untuk perkembangan Covid-19 pada (28/1) terdapat 63 kasus baru, dan ada 39 pasien sembuh. Untuk 63 kasus baru terbanyak berasal dari Merangin 18 orang, Tanjab barat 17 orang, Kota Jambi 13 orang, Kota Sungai Penuh 9 orang, Muaro Jambi 7 orang, dan Bungo 1 orang. “Keterangan pasien positif riwayat perjalanan dari luar daerah, lalu ada riwayat kontak pasien terdahulu,  serta hasil screening reaktif  rapid tes,” ujar juru bicara satgas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah.

Sementara untuk 39 pasien sembuh berasal dari Kota Sungai Penuh, Muaro Jambi dan Merangin. Total kasus Covid19 hingga saat ini, sebanyak 4.453. Dengan rincian 1.118 pasien masih dirawat, 3.267 sudah sembuh, kematian 68 orang, serta ada 264 hasil specimen yang menunggu pemeriksaan.

Sedangkan untuk peta risiko Covid-19 terbaru, Kabupaten Tanjabbar masuk zona merah (risiko tinggi). Ini berdasarkan perkambangan kasus yang terjadi di Tanjabbar.  “Data ini diteliti pada penularan kasus periode 18 hingga 24 Januari, dan zona ini berlaku untuk seminggu kedepan atau hingga 4 Februari mendatang,” jelas Johansyah.

Lalu daerah lainnya berada di zona oranye (risiko sedang), yakni Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kabupaten Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo, Batanghari, Jambi dan Muaro Jambi. “Yang tersisa di zona kuning (risiko rendah) hanyan 2 daerah yakni Sarolangun dan Tanjab Timur,” pungkasnya. (aba)

Admin
Penulis