Presiden Korsel Sampaikan Duka Cita atas Insiden Sriwijaya Air SJ 182

Beranda Metropolitan Presiden Korsel Sampaikan Duka Cita atas Insiden Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan duka cita kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

“Kami berdoa dengan sepenuh hati demi lancarnya upaya pencarian dan penyelidikan di lapangan. Korea akan senantiasa bersama Indonesia,” kata Moon, dikutip dari siaran tertulis oleh Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, Rabu (13/1).

Moon memastikan Korea Selatan akan siap membantu proses pencarian puing-puing pesawat serta jasad penumpang SJ 182 yang saat ini dilakukan bersama-sama oleh Angkatan Laut, Kepolisian, Badan SAR Nasional, dan lembaga lainnya.

Terkait itu, dua hari setelah kejadian, Korsel mengirimkan kapal riset ARA untuk membantu pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan di Indonesia.
Kapal riset itu dioperasikan oleh Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), kata pihak kedutaan.

MTCRC merupakan pusat penelitian dan pelatihan yang dibentuk oleh Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama yang disepakati oleh dua negara pada September 2018.

Kantor perwakilan Korsel di Jakarta itu menerangkan bantuan berupa kapal riset dan alat deteksi bawah laut diberikan setelah adanya permintaan darurat yang diajukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Safri Burhanuddin, Sabtu (9/1), tidak lama setelah pesawat terkonfirmasi jatuh ke laut.

Kapal riset ARA, yang bobotnya mencapai 12 ton, telah berlayar di perairan Indonesia sejak 2020 untuk keperluan riset. Kapal itu didatangkan ke Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan.

Beberapa program riset yang dilakukan ARA, di antaranya survei awal kawasan pesisir Cirebon, Jawa Barat, yang dibiayai oleh Bantuan Dana Pembangunan Luar Negeri Korsel (ODA) senilai lima miliar won (sekitar Rp64,01 miliar).

Tidak hanya mengerahkan kapal riset dan alat deteksi bawah laut, MTCRC juga menurunkan 15 tenaga ahli, termasuk Kepala MTCRC Park Hansan ke lokasi pencarian di perairan Kepulauan Seribu. (riz/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Disebut Gorilla oleh Pendukung Jokowi, Natalius Pigai: Negara Memelihara Rasisme

JAKARTA- Tokoh Papua, Natalius Pigai angkat bicara terkait ucapan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan di akun Facebook.Pigai...

BPBD DKI: 7 RT dan 15 Titik Jalan Tergenang Air Akibat Curah Hujan Tinggi

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sebanyak tujuh Rukun Tetangga (RT) dan 15 titik jalan tergenang akibat curah hujan tinggi...

Budiman Sudjatmiko Jadi Komisaris PTPN, Muannas: yang Tidak Pas Itu Kalau Erick Thohir Tunjuk Haikal Hassan

JAKARTA- Politikus PSI Muannas Alaidid mengatakan, saat ini ada kelompok yang protes mendengar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk politikus PDI-P...

Ferdinand Ikut Kecam Ucapan Rasis Ambroncius Nababan ke Natalius Pigai, Tapi Ogah Kaitkan dengan Jokowi

JAKARTA- Eks Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut mengecam dugaan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan terhadap tokoh Papua...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News