Dukung Omnibus Law, Rizal Ramli Sindir Gatot Nurmantyo: Kelihatan Aslinya

Beranda Politik Dukung Omnibus Law, Rizal Ramli Sindir Gatot Nurmantyo: Kelihatan Aslinya

JAKARTA– Ekonom senior, Rizal Ramli rupanya kaget dengan pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo soal undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Seperti diberitakan, Gatot menilai baik adanya Undang-undang Omnibus Law. Menurutnya, UU itu akan mendatangkan investor dan memangkas pengangguran.

Rizal Ramli menilai pernyataan Gatot tersebut seperti seorang juru bicara pemerintah. Rizal kemudian menyentil mantan Panglima TNI itu.

“Lha kok sudah jadi jubir?” tuturnya dalam akun Twitter pribadi @RamliRizal, dikutip Sabtu (16/10).

Seharusnya, menurut Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo sekarang fokus pada pembebasan para tokoh KAMI yang ditangkap. Seperti diketahui, hingga saat ini ada sejumah aktivis KAMI yang ditangkap polisi di antaranya, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

“Piye toh? Bukannya keluarin Syahganda, loyalis situ?” sindirnya.

Rizal Ramli mengatakan, Omnibus Law itu perkaya oligarki dan menindas buruh. Dia pun diduga kembali menyindir Gatot. Dia menilai Gatot di lain sisi setuju dengan Omnibus Law, tetapi di sisi lain, setuju dengan isi dari UU tersebut.

“Ada yang tidak setuju UU Omni-Cilaka karena prosesnya banyak pat-gulipat, tapi setuju dengan roh dan isinya:” ucap Rizal Ramli.

“Padahal UU itu akan semakin memperkaya oligarki, dengan menindas buruh & abaikan hak2 adat dan lingkungan hidup. Jadi kelihatan warna aslinya deh berpihak kemana.” Katanya lagi.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menilai, Undang-undang Omnibus Law yang telah disahkan pemerintah dan DPR, mempunyai tujuan mulia. Yaitu mendatangkan investor dan membuka lapangan kerja.

“Undang-undang (Omnibus Law-red) ini, saya tahu tujuannya sangat mulia, karena dengan demikian investasi akan datang, roda ekonomi berputar, ekspor banyak pajak masuk banyak kembali lagi ke masyarakat, sehingga sandang, pangan papan masyarakat bisa.” Ujar Gatot Nurmantyo saat berbincang dengan Refly Harus di Chanel YouTube Refly Harun, Sabtu (17/10).

Namun, Gatot mengkritik proses dari pembuatan Undang-undang itu sendiri yang tidak transparan. “Prosesnya seperti siluman, tengah malam diadakan rapat. Tidak jelas, tidak transparan.” Pungkas Gatot. (dal/fin). 

 

Baca Juga

Refly Harun: Jokowi Menanam Benih-benih Otoriter, Era SBY Jauh Lebih Baik

JAKARTA- Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi mulai menebar benih-benih otoritarianisme. Di mana kebebasan sipil mulai dibungkam. Hal...

Ferdinand ke Rizal Ramli: Kalian Tidak Normal!

JAKARTA- Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, apa yang disampaikan oleh Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo terkait...

Ali Mochtar Ngabalin Ditulis sebagai Tukang Bacot dan Ngibul di Wikipedia

JAKARTA- Ada yang tidak biasa dari tampilan Wikipedia pada Senin (19/10/2020). Ketika redaksi FIN mengetik nama Ali Mochtar Ngabalin melalui pencarian Google, namun Tenaga...

PKS: Masyarakat Butuh Kepastian soal UU Omnibus Law

JAKARTA – Kepastian dari isi Undang-Undang Ciptaker yang baru saja disahkan pekan lalu dipertanyakan. Pemerintah terkesan main-main dalam merumuskan isi undang-undang. Ini dapat dilihat...

Dewi Tanjung Semprot Marissa Haque: Norak, Apa Hubungannya Omnibus Law dengan Surga

JAKARTA-Politikus PDI-Perjuangan Dewi Tanjung menyentil artis senior Marissa Haque soal Omnibus Law. Dewi Tanjung nampak heran dengan pernyataan Marissa Haque yang menghubungkan Omnibus Law...

Berita Terbaru

Dinilai Hina NU, Gus Nur akan Dipolisikan

JAKARTA- Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur akan dipolisikan oleh seseorang lantaran dianggap telah menghina Nahdatul Ulama (NU) dan para Ulamanya. Hal ini...

Nekat Buka, Karaoke Dirazia dan Ditutup Paksa

TEGAL - Meski sudah terbit surat edaran tentang penutupan sementara tempat usaha selama pandemi covid-19 yang dikeluarkan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, sejumlah tempat...

KemenkopUKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Serang

SERANG- Menteri Koperasi dan UKM mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus sejalan dengan percepatan serapan dan realisasi anggaran. Dalam kaitann...

Gaet Mitra10, Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik PT Catur Mitra Sejati Sentosa  dengan melakukan kerjasama...

Bocah Umur Lima Tahun Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Tujuh Tahun

TASIKMALAYA - Kekerasan seksual terhadap anak masih terjadi di Kota Tasikmalaya. Parahnya, sebagian pelaku juga masih di bawah umur bahkan di usia lima tahun. Beberapa rangkaian...

Nusantara

Nekat Buka, Karaoke Dirazia dan Ditutup Paksa

TEGAL - Meski sudah terbit surat edaran tentang penutupan sementara tempat usaha selama pandemi covid-19 yang dikeluarkan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, sejumlah tempat...

Bocah Umur Lima Tahun Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Tujuh Tahun

TASIKMALAYA - Kekerasan seksual terhadap anak masih terjadi di Kota Tasikmalaya. Parahnya, sebagian pelaku juga masih di bawah umur bahkan di usia lima tahun. Beberapa rangkaian...

News

Polisi Sebut KAMI Sokong Dana Aksi Penolakan Omnibus Law

BANDUNG – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) disebut sebagai salah satu penyokong dana aksi masa penolakan penetapan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang...

Petani Milenial di Perbatasan RI-RDTL Yang Menginspirasi

MALAKA - Menjadi salah satu mata pencaharian yang banyak ditekuni sebagian masyarakat di Indonesia, kini dunia pertanian mulai dilirik oleh milenial perbatasan negara. Adalah...

Lebih Dari 100 Kasus Tipiring Diselesaikan Secara Restoratif

JAKARTA - Penagakan hukum tidak hanya selalu bersemangat untuk mempenjarakan para pelaku tindak pidana, khususnya tindak pidana ringan. Buktinya lebih dari 100 kasus pidana...

PKS: Masyarakat Butuh Kepastian soal UU Omnibus Law

JAKARTA – Kepastian dari isi Undang-Undang Ciptaker yang baru saja disahkan pekan lalu dipertanyakan. Pemerintah terkesan main-main dalam merumuskan isi undang-undang. Ini dapat dilihat...

Dewi Tanjung Semprot Marissa Haque: Norak, Apa Hubungannya Omnibus Law dengan Surga

JAKARTA-Politikus PDI-Perjuangan Dewi Tanjung menyentil artis senior Marissa Haque soal Omnibus Law. Dewi Tanjung nampak heran dengan pernyataan Marissa Haque yang menghubungkan Omnibus Law...

Awas Liberalisasi Omnibus Law

JAKARTA - Ada celah liberalisasi dalam UU Omnibus Law. Celah berbahaya itu ada dalam hal kepemilikan modal dan pengawasan. Khususnya alat utama pertahanan.  Anggota Komisi...

Kampanye Perlu Diawasi Ketat

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri meminta semua daerah pelaksana Pilkada untuk tetap menjaga konsistensi dan semangat mengawal kampanye agar tetap berpedoman pada protokol kesehatan...