New Normal, Brantas Abipraya Bentuk Covid Ranger

BerandaNewsNew Normal, Brantas Abipraya Bentuk Covid Ranger

JAKARTA – Peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibukota memaksa sejumlah perusahaan melakukan langkah kreatif membuat protokol pencegahan Covid-19 di internal perusahaan. Inilah yang dilakukan perusahaan konstruksi milik negara, PT Brantas Abipraya (Persero) dengan membentuk Abipraya Covid Ranger.

Direktur Keuangan dan SDM Brantas Abipraya Suradi menjelaskan, kedisiplinan stakeholder di lingkungan Abipraya ini pun juga selalu dimonitoring dan dievaluasi oleh pegawai Milenial Abipraya yang tergabung dalam Abipraya Covid Ranger. Covid Ranger menjadi perwujudan protokol Covid-19 berjalan di Abipraya. “Covid Ranger menjadi leader dalam strategi komunikasi lewat pembuatan konten-konten kreatif media edukasi protokol covid-19 serta melakukan monitor pelaksanaan pemenuhan protokoler covid-19 pada masing-masing unit kerja Abipraya,” jelasnya.

“Kita sangat optimis dapat melaksanakan The New Normal di lingkungan kerja Brantas Abipraya bersama mitra kerja, mitra usaha dan para pekerja, kami pun telah membentuk Tim Task Force untuk mendukung kelancaran skenario new normal melalui SK Direksi Nomor: 235/D/KPTS/V/2020,” sambung Suradi.

BACA JUGA: Gojek PHK 430 Karyawan

Lewat aplikasi zoom meeting, semua pemaparan mengenai protokol kesehatan baik internal dan rekanan dilakukan secara virtual. Agenda pembinaan dilakukan selama dua hari. Selain sosialisasi protokol kesehatan, Suradi menambahkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kebijakan anti penyuapan, prosedur pengadaan barang dan jasa serta pelaksanaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

“Ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19 di lingkungan Abipraya. Selain membekali Insan Abipraya dengan aturan kesehatan baru ini, kami juga telah mempersiapkan protokol-protokol covid-19 untuk mitra kerja, mitra usaha dan para pekerja,” ujarnya dalam siaran resmi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin.

“Protokol yang kami sampaikan berupa perlindungan kesehatan, keselamatan dan keamanan selama bekerja di lingkungan Abipraya dan kesiapsiagaan darurat covid-19 menghadapi kondisi new normal,” tambahnya.

Suradi mengatakan, salah satu poin pembahasan adalah Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian BUMN nomor S-17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di BUMN. “Lewat SMAP, nilai kejujuran yang sudah menjadi prinsip kembali dikuatkan,” tegasnya.

BACA JUGA: Digugat Cerai, Begini Kondisi Zumi Zola di Tahanan

Suradi mengatakan, rapat secara virtual dihadiri oleh ratusan peserta, kegiatan virtual ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh rekanan dari Divisi Operasi 2 (Sumber Daya Air), rekanan Departemen Pengembangan, Sekretariat Perusahaan, Human Capital, Abipraya Alat, Divisi Operasi 3 (infrastruktur), Departemen QHSE, Departemen Pemasaran dan Abipraya Toll. Sedangkan untuk sesi dua dihadiri oleh rekanan dari Divisi Operasi 1 (gedung), Satuan Pengawas Internal (SPI), Departemen Keuangan, Abipraya Properti dan Abipraya Beton.

“Pembinaan dan sosialisasi K3L dilakukan sebagai percepatan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Disamping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi panduan dan dapat mendorong efektivitas dan produktivitas kerja serta kesehatan pegawai/pekerja dalam usaha mencapai target perusahaan,” tandasnya. (fin/tgr)

Baca Juga

Berita Terbaru

spot_img