18, September, 2021

Nani: Tidak Khawatir Jika Sakit Karena Ada Program JKN-KIS

TIGARAKSA – Memiliki jaminan kesehatan merupakan anugerah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Apalagi dengan hadirnya Program JKN-KIS sebagai salah satu jaminan kesehatan terbaik dengan sejuta manfaat, banyak dari masyarakat lebih memilih Program JKN-KIS sebagai jaminan kesehatan, seperti yang dirasakan oleh Nani Krisnawati (40).
Saat ditemui oleh tim Jamkesnews.

Nani menjelaskan keluarga kecil ini awalnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah. Setelah perusahaan tempat suaminya bekerja gulung tikar, ia pun langsung buru-buru mengalihkannya ke segmen Pekerja Bukan Penerima Upah atau biasa dikenal masyarakat sebagai peserta mandiri dengan pilihan hak kelas rawat di kelas 3.

“Selama pakai BPJS, saya tidak merasakan ada perbedaan pelayanan, ya. Mau itu pasien umum atau pasien BPJS, semuanya diperlakukan sama. Lalu, antar pasien BPJS yang beda kelas pun bedanya cuma di ruang rawat inap, kalau pelayanannya sama saja,” tutur Nani, Senin (27/01).

Dirinya mengaku sering memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya untuk berobat. Bukan hanya itu, kedua anaknya pun pernah menggunakan kartu JKN-KIS nya untuk pengobatan penyakit yang dirasakan.

“Anak sulung saya pernah operasi kista dan anak bungsu saya rutin kontrol setiap bulan karena sakitnya. Kita pakai BPJS (red. JKN-KIS). Tidak ada biaya seratus perak pun yang saya keluarkan untuk berobat. Bebas biaya, semua dijamin sama BPJS Kesehatan, mulai dari pelayanan sampai obat. Alhamdulillah, saya, suami, dan tiga anak kami sudah jadi peserta BPJS,” ungkap Nani.

Sebagai salah satu orang yang sangat mengetahui betapa besarnya manfaat menjadi peserta JKN-KIS, Nani tidak pernah menunda-nunda melakukan pembayaran iuran JKN-KIS setiap bulannya. Bayar iuran JKN-KIS itu sama pentingnya dengan beli kebutuhan pokok, sehingga selalu diutamakan oleh Nani dan suaminya.

“Banyak orang yang berpikir, buat apa bayar rutin iuran JKN-KIS setiap bulan padahal tidak dimanfaatkan karena selalu dalam kondisi sehat. Saya dan suami selalu berpikir namanya sakit itu tidak bisa direncanakan. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan, kalau kita sudah punya BPJS dan bisa digunakan ketika sakit, kita jadi tidak bingung memikirkan biayanya karena tidak setiap saat kita punya uang yang langsung bisa dipakai untuk berobat,” tambah Nani.

Nani berharap semoga program JKN-KIS ini terus ada. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah rutin membayar iuran JKN-KIS karena iuran yang mereka bayarkan membantu pelayanan kesehatan bagi anak-anaknya. Ia pun berharap BPJS Kesehatan terus melakukan peningkatan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

(Adv/Mul/Fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer