Firli Bahuri Didesak Mundur

    Ketua KPK Kunjungi Komisi III Untuk Silahturahmi - FAJAR INDONESIA NETWORK
    Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Ketua KPK, Firli Bahuri didampingi Ketua Komisi III, Herman Hery (kiri) dan Wakil Ketua Komisi III, Adies Kadir memberikan keterangan seusai berkunjung ke pimpinan Komisi III di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Pertemuan dengan Pimpinan Komisi III ini cenderung tertutup, karena Ketua KPK tidak menjelaskan maksud pertemuan tersebut. Pimpinan KPK terlihat menghindar dari wartawan dan saat turun dari mobil karena melihat banyak wartawan, mereka naik mobil kembali dan memilih jalan memutar. Saat dicecar wartawan, Ketua KPK hanya menjelaskan Pimpinan KPK datang atas undangan Komisi III untuk bersilahturahmi.

    JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Komjen Pol Firli Bahuri mengalami kemunduran yang luar biasa. ICW menyarankan Firli untuk mundur dari jabatannya sebagai Pimpinan KPK.

    “Sebab ia tidak mampu membawa KPK ke arah yang lebih baik. Justru yang tampak adalah semakin menurunnya kepercayaan publik pada KPK,” ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Kamis (12/3).

    Kurnia menyebut, tidak ada prestasi yang mampu ditorehkan Firli selaku Ketua KPK. Menurutnya, Firli justru kerap melakukan tindakan-tindakan kontroversial, alih-alih menunjukkan prestasi.

    “Misal menjadi koki sambil memasak nasi goreng di saat pekerjaan rumah KPK belum selesai, kunjungan ke berbagai lembaga negara yang tidak memiliki nilai urgensitasnya, dan adanya upaya paksa mengembalikan penyidik KPK Rossa ke instansi asal,” kata Kurnia.

    BACA JUGA: Pabrik Elektronik RI Terancam Setop Operasi

    Selain itu, Kurnia juga menyayangkan sikap Pimpinan KPK yang seakan tak serius mencari keberadaan Harun Masiku. Padahal, yang bersangkutan sudah dua bulan berstatus buron pasca ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR terpilih.

    Ia pun mencontohkan keberhasilan KPK era Busyro Muqoddas dkk. menangkap M Nazaruddin di Kolumbia dalam kurun 77 hari. Namun, beda halnya dengan Harun. Padahal, kata dia, informasi terakhir menyebut Harun dipastikan berada di Indonesia.

    Bahkan, menurut dia, KPK juga tak secara berkala mengumumkan perkembangan pencarian Harun Masiku sehingga membuat publik bertanya-tanya.

    “Menjadi wajar jika publik pesimis dan mengasumsikan bahwa KPK bukan tidak mampu menemukan Harun Masiku, akan tetapi memang tidak mau,” ucap Kurnia.

    Kurnia mengatakan, hal ini membuktikan komitmen pemberantasan korupsi yang selama ini diucapkan Firli sebagai omong kosong belaka. “Maka dari itu lebih baik saudara Firli Bahuri mengundurkan diri saja dari struktur Pimpinan KPK,” tandasnya.

    Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri mengaku menghormati kritik yang dilontarkan ICW. Ia menganggap kritisi dari sejumlah pihak sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian kepada KPK.

    “Saya menghormati kritik dari kawan-kawan dari ICW. Karena selama ini mereka memang menjalankan tugas dan peran untuk mengkritik. Justru kami akan heran jika ICW memuji,” tutur Firli. (riz/gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here