Fitra Eri: Pakai Mobil Listrik Hematnya 10 Kali Lipat

Fitra Eri: Pakai Mobil Listrik Hematnya 10 Kali Lipat

Car Reviewer Fitra Eri dengan mobil listrik atau electric vehicle miliknya-Istimewa-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Dukungan PT PLN (Persero) dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terbukti dapat menarik minat masyarakat untuk berpindah menggunakan kendaraan listrik. 

Penggiat otomotif nasional, Fitra Eri Purwotomo, mengaku merasakan kemudahan yang dihadirkan oleh PLN untuk para pengguna baru EV di Tanah Air.

(BACA JUGA:Pertama Buatan Indonesia, PLN Resmi Operasikan Pembangkit Listrik Terapung)

Menurut Jurnalis, Car Reviewer, sekaligus Pebalap mobil ini, pengalamannya dalam memasang instalasi home charging baru beberapa tahun lalu masih berkesan bagi dirinya. 

Setelah merasa bingung mendapatkan 'mainan' baru, Fitra Eri menghubungi PLN, dia lantas puas dengan solusi yang diberikan PLN, yaitu memberikan penyambungan baru daya 7.700 VA, terpisah dari instalasi rumahnya untuk mengisi daya EVnya.

"Sampai sekarang saya nikmat sekali, bayangannya seperti punya SPBU sendiri. Sampai rumah tinggal colok, besok paginya penuh. Saya tinggal lihat pengeluaran di meteran itu dan pasti presisi karena tidak dicampur dengan rumah. Benar-benar terukur dan terkontrol,” ujar Fitra Eri dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu 17 April 2022. 

Tak hanya home charging, infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), maupun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) juga terus dibangun oleh PLN untuk mempermudah pengguna.

(BACA JUGA:Tsamara Amany: Pengesahan UU TPKS Bukti 'Speak Up' Didengar Pemerintah dan DPR)

Oleh karena itu, dirinya sudah tidak ragu lagi mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik karena bebas polusi dan hemat.

Fitra menjelaskan dengan konsumsi 1 kWh mampu menjalankan Kona Electricnya sepanjang 9 km di dalam kota. Artinya, hampir sama dengan mobil konvensional memakai 1 liter bahan bakar. 1 liter bahan bakar non subsidi sekarang bahkan sudah mencapai Rp 18 ribu.

"Sedangkan 1 kWh di rumah saya, sekitar Rp 1.444, -. Jadi dengan menempuh jarak yang sama, pengeluaran saya sekitar 10 kali lebih hemat,” papar lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia yang sudah menggunakan mobil listriknya selama 1,5 tahun ini.

Di sisi lain, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan, menambahkan selain membantu instalasi perangkat home charging, PLN juga memberikan insentif untuk lebih menarik pelanggan. 

(BACA JUGA:Sering 'Paksa' Jamaah Untuk Sedekah, Ternyata Uangnya Oleh Ustaz Yusuf Mansur Digunakan Buat Ini)

Di antaranya adalah diskon tarif listrik sebesar 30 persen kepada pemilik kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya baterai mobil listrik melalui fasilitas home charging pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

Sumber: