Ratusan Orang Jadi Korban Arisan Online, Janji Beri Keuntungan Dua Kali Lipat

Ratusan Orang Jadi Korban Arisan Online, Janji Beri Keuntungan Dua Kali Lipat

Ilustrasi - Sebanyak 150 anggota arisan online di Bekasi menjadi korban penipuan. (Ist)--

BEKASI, FIN.CO.ID -- Sebanyak 150 anggota arisan online di Bekasi menjadi korban penipuan dengan modus menggunakan arisan online, diduga pelaku yang melakukan aksi penipuan tersebut adalah seorang selebgram berinisial IF.

Salah satu korban berinisial DS (22) menjelaskan, pelaku menarik para anggota untuk mengikuti arisan online dengan janji akan memberikan keuntungan dua kali lipat dan bisa mendapatkan undian tambahan.

(BACA JUGA:Ratusan Miliar Duit Penipuan Indra Kenz Disita, PPATK: Gak Ada Jaminan Uang Korban Bisa Kembali )

"IF buka arisan online ini dari tahun 2021, awalnya lancar mekanismenya sama dengan arisan konvensional, karena jarang orang menawarkan investasi ataupun sistem keuangan dalam beberapa bulan bisa dapat 2 Kali lipat jadi tergiurlah kita," ucap DS saat dikonfirmasi, Kamis, 14 April 2022.

Menurutnya, untuk mengikuti arisan online, para korban harus menyetorkan uang sebesar Rp230.000 setiap dua minggu sekali, saat ini total kerugian yang dialami DS mencapai jutaan rupiah.

"Jadi kita membayar 500 ribu, nanti ketika dapatnya 1 juta. Nah kita bayar 1 juta dapatnya 2 juta. Intinya pengembalian itu 100% dan untung 2 kali lipat. Tapi rupanya itu hanya bohong. Sudah habis 13 juta, tidak ada untung serupiahpun," ungkapnya.

(BACA JUGA:Diduga Melakukan Penipuan Terhadap Nasabah Paytren, Ustaz Yusuf Mansur Ditantang Tinju Netizen )

Saat dikonfirmasi DS juga menjelaskan alasan mengapa dirinya mengikuti arisan online tersebut, ia mengaku dirinya merupakan teman satu sekolah dengan pelaku namun berbeda angkatan.

Selain itu ia mengakui bahwa sudah lama mengikuti arisan online di tempat selebgram IF tersebut, namun ia baru merasa curiga ketika para member mengalami keterlambatan pencairan.

"Pencairan open slot itu terhambat, yang biasanya pencairan H+1 dapat, ini bisa satu minggu, dua minggu, bahkan akhirnya satu Minggu setelah dihubungi," tutupnya. (Tuahta Simanjuntak)

Sumber: