Pembuluh Darah Anda Menyempit, Ini Penjahatnya Menurut dr. Zaidul Akbar

Pembuluh Darah Anda Menyempit, Ini Penjahatnya Menurut dr. Zaidul Akbar

Stress Bisa Picu Penyakit Jantung, Image oleh Isabella Mariana dari Pexels--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pembuluh darah yang menyempit itu, tidak ada ada bedanya dengan saluran pipa di rumah Anda yang mampet.

Demikian kata pakar gaya hidup sehat ala Islam, dr. Zaidul Akbar dalam sebuah postingannya di medsos.

Penyebabnya menurut dokter umum sekaligus penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) itu, adalah penumpukan plak yang tidak diinginkan.

"Apa penyebabnya? Ya mirip-mirip dengan pipa tadi, lemak (lemak trans) dan minyak-minyak tak sehat yang tak bisa terurai karena kurangnya serat, air, antioksidan dalam tubuh," kata dr. Zaidul Akbar seperti dikutip FIN dari Instagram-nya.

Selain di atas konsumsi harian orang Indonesia akan tepung terigu, gula pasir, nasi putih yang berlebihan juga dikaitkan dengan kondisi ini.

Penyebab pembuluh darah menyempit menurut dokter 44 tahun itu, adalah kebiasaan orang hidup sedentari, atau kurang gerak.

"Tubuh (yang) tak (di) gunakan berubah jadi lemak , semakin menambah penyempitan pembuluh darah tadi, apalagi ditambah lemak tak sehat (trans)," lanjutnya.

Jika terus berlangsung, lanjutnya lagi, maka jangan heran jika suatu hari tubuh Anda mengalami masalah dengan pembuluh darah di kemudian hari.

Ingin terhindar dari kondisi ini, yang perlu pertama kali dilakukan menurut dr. Zaidul Akbar, adalah dengan mengurangi atau bahkan menghentikan sama sekali asupan makan yang menjadi pemicunya.

"Mengurangi atau menghentikan (penyebabnya) sebenarnya jauh lebih murah daripada mengobati saat sudah terkena masalah gegara itu," ungkap sang dokter.

Jadi intinya menurut dr. Zaidul Akbar, memilih makanan yang sehat untuk tubuh, adalah kuncinya. Jadi ketimbang pantangan makan ini itu, memilih menu sehat adalah keputusan bijak yang bisa Anda pilih sebagai solusi.

"Jadi kalo sakit ya salahkan diri sendiri dulu lah, karena itu kelalaian dan keceroboban akibat “tersesat” dalam urusan makanan."

"Lalu apa solusinya? Makanlah yang benar, dan naik kelas dalam urusan (memilih) makanan ya," anjur dr. Zaidul Akbar.

Sumber: