WHO Ramal COVID-19 Akan Terus Berevolusi, Sampai Kiamat Gak Bakal Hilang?

WHO Ramal COVID-19 Akan Terus Berevolusi, Sampai Kiamat Gak Bakal Hilang?

COVID-19 Ilustrasi-Kemenkes-Kemenkes

JAKARTA, FIN.CO.ID - Organisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini memberikan kabar buruk terkait pandemi COVID-19. 

Virus CORONA akan terus berevolusi, bahkan lebih lama dari peradaban manusia.

Direktur Program Kesehatan Darurat WHO, Michael Ryan menjelaskan, hal itu dapat terjadi mengingat karakter virus yang sangat beradaptasi untuk bertahan hidup.

(BACA JUGA:Ingat! 5 Tips yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19, Salah Satunya Tidur yang Cukup)

Para ahli memperingatkan virus itu akan terus bermutasi selama masih bisa menyebar. Bahkan menurut WHO memberantas COVID-19 hingga lenyap dari muka bumi pada titik ini sudah jadi sesuatu hal yang tidak mungkin lagi.

Salah satu contohnya, bisa terlihat pada sub varian dari Omicron yang sudah ada di beberapa negara. Sub varian ini diyakini WHO bukan jadi mutasi yang terakhir.

“Akan selalu ada banyak varian, mikroba mungkin ada lebih lama dari kita sebagai spesies. Mikroba sangat beradaptasi untuk bertahan hidup dan mereka akan terus melakukan itu,” jelas Ryan, dikutip dari Newsweek, Jumat 19 Februari 2022.

(BACA JUGA:Terbongkar! Penyebab Kasus Covid di Indonesia Mendadak Naik, Siti Nadia: Ada Suatu Pola yang Meragukan)

Ryan menjelaskan, virus tidak akan menghilang. Maka dari itu saat ini memberhentikan virus bukanlah jadi tujuan utama, melainkan bagaimana mengakhiri situasi darurat kesehatan masyarakat yang mana bisa dicapai lewat vaksinasi lengkap.

"Itu mengapa WHO mengimbau masyarakat global untuk terus melakukan vaksinasi. Agar setiap bagian dari komunitas dapat terlindungi," tuturnya.

Ryan menilai, ketika hal tersebut bisa terjadi, infeksi COVID-19 bisa jadi hal normal di dunia. Seperti contohnya, negara-negara yang beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan penyakit pneumonia atau penyakit lain yang faktanya bisa merenggut jiwa manusia pada beberapa dekade lalu.

(BACA JUGA:Kemenkes Buka-bukaan Soal Penyebab Rekor Kasus Covid-19, Ada Pola Agak Meragukan )

“Saya berharap, dunia bisa sampai di titik di mana infeksi C-19 hanyalah seperti ‘serangga’ yang mana situasinya bisa dikelola dan ditangani melalui terapi dan vaksin,” pungkasnya.

Sumber: newsweek